Baca juga:
Aplikasi WhatsApp Palsu Beredar di Google Play Store, Korbannya Jutaan!
Dilansir dari Ubergizmo.com (31/01/2018), dalam postingan di blog resmi developernya, Google menuturkan bahwa pihaknya telah menurunkan sebanyak 700.000 aplikasi yang melanggar kebijakan yang telah ditetapkan di Play Store. Angka ini meningkat sebanyak 70 persen lebih bila dibandingkan dengan tahun 2016.Baca juga:
Google Buang 60 Games di Play Store, Apa Alasannya?
Alasan dihapusnya aplikasi-aplikasi ini disebabkan dari pelanggaran kebijakan yang telah diterapkan. Entah karena isi konten yang tidak sesuai, hingga adanya indikasi malware di dalam aplikasi-aplikasi tersebut. Sebenarnya proteksi bagi para pengguna Android ini telah dilakukan Google dengan banyak cara. Tidak hanya menghapus aplikasi yang telah beredar, Google juga mengambil tindakan preventif dengan mengidentifikasi dan menolak aplikasi berisi konten yang tidak sejalan dengan syarat dan kebijakan Google, sebelum mereka beredar bebas di Play Store.Baca juga:
Awas, Ada Dua Aplikasi Dompet Cryptocurrency Palsu di Play Store!
Selain itu, raksasa teknologi ini juga mengklaim telah mengembangkan teknik pendeteksian baru yang dapat mendeteksi pelanggaran yang terjadi berulang kali. Pelanggaran yang paling banyak dilakukan adalah membuat duplikat aplikasi palsu dari aplikasi yang sedang populer. Berkat teknik ini sebanyak 100 juta developer nakal telah dicoret dari Play Store pada tahun 2017.