Jakarta — Apple bersama pemasok utamanya di India, Tata Electronics, kini tengah melakukan investigasi menyusul kebocoran data besar-besaran yang mengungkap ribuan file rahasia perusahaan. Insiden ini menjadi sorotan serius di industri teknologi global.
Beberapa hari lalu, Tata Electronics mengkonfirmasi bahwa mereka menjadi korban serangan siber. Laporan dari Reuters mengungkapkan bahwa file rahasia milik Apple dan Tesla berhasil dicuri dalam peristiwa tersebut.
Menurut laporan yang sama, lebih dari 200.000 file dengan total ukuran lebih dari 630 GB telah dipublikasikan di dark web. Data yang bocor mencakup spesifikasi manufaktur Apple, standar inspeksi kualitas komponen papan sirkuit iPhone, email, salinan paspor karyawan, dan log sistem selama bertahun-tahun.
Menanggapi insiden ini, Tata telah membatasi akses internal ke sistem sensitif. Perusahaan juga telah menyewa konsultan global untuk melakukan audit forensik guna mengungkap asal usul kebocoran.
Tata Electronics juga telah memberitahu pemerintah setempat dan klien yang terdampak. Namun, perusahaan tidak menyebutkan secara publik nama-nama perusahaan yang terlibat dalam insiden ini.
Tim keamanan Apple kini bekerja sama erat dengan Tata. Kerja sama ini mencakup langkah-langkah jangka pendek dan jangka panjang pasca insiden kebocoran data tersebut.
Laporan Reuters juga mengungkapkan bahwa kebocoran ini mengandung setidaknya 16 file dan folder dokumen dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC). Selain itu, terdapat 23 file dari Qualcomm, dua perusahaan yang memasok komponen untuk iPhone.
Salah satu dokumen dari tahun 2022 yang bertanda "TSMC Secret" berisi detail pengujian keandalan produk komponen TSMC lengkap dengan foto. Dokumen lain dari grup "Apple Silicon Engineering Group" tahun 2023 memetakan nomor komponen Apple ke nomor TSMC.
Sebuah dokumen Qualcomm dari tahun 2021 juga ikut bocor. Dokumen tersebut menunjukkan informasi mekanis tentang fungsi power management integrated circuit lengkap dengan gambar dan watermark "Confidential – May Contain Trade Secrets".
Hingga saat ini, Apple belum memberikan komentar publik terkait kasus ini. Perusahaan masih fokus pada investigasi internal bersama Tata Electronics.
Baca Juga:
Insiden kebocoran data ini menjadi pengingat pentingnya keamanan siber bagi perusahaan besar. Data sensitif yang bocor bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di industri teknologi. Apple juga pernah menghadapi berbagai tantangan keamanan dan hukum di masa lalu.
Bagi pengguna iPhone, penting untuk selalu melindungi akun data dengan langkah-langkah keamanan yang tepat. Otentikasi dua faktor menjadi salah satu cara efektif untuk mengamankan data pribadi.
Investigasi masih terus berlangsung. Publik dan industri teknologi menanti hasil akhir dari penyelidikan yang dilakukan Apple dan Tata Electronics.