Jakarta, Technologue.id – Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut sebagian sanksi ekspor yang sebelumnya menjerat model AI Anthropic. Keputusan ini memungkinkan Claude Mythos 5 kembali diakses oleh lebih dari 100 institusi AS, termasuk perusahaan besar dan badan pemerintah.

Langkah ini merupakan perkembangan positif setelah sebelumnya Departemen Perdagangan AS memerintahkan Anthropic untuk menonaktifkan akses ke Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5 bagi semua pelanggan. Kebijakan tersebut dipicu oleh kekhawatiran keamanan nasional yang muncul setelah CEO Amazon Andy Jassy melaporkan kerentanan jailbreak pada model AI Anthropic kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Selama dua pekan terakhir, Anthropic dan pemerintah AS menjalin negosiasi intensif untuk mencari solusi. Hasilnya, seperti dilaporkan Semafor, Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengirim surat kepada chief compute officer Anthropic Tom Brown yang menyatakan bahwa "safeguards yang tepat telah diterapkan" untuk mengizinkan mitra tepercaya mengakses Claude Mythos 5.

Dalam surat tersebut, Lutnick mengakui adanya "kemajuan signifikan" dalam pembicaraan harian antara pemerintah dan perusahaan sejak pemblokiran diberlakukan. Ini menjadi angin segar bagi ekosistem AI nasional yang sempat terganggu oleh kebijakan ekspor yang ketat.

Meski Claude Mythos 5 sudah bisa diakses kembali oleh institusi terpilih, nasib Claude Fable 5 masih belum jelas. Semafor melaporkan bahwa surat Lutnick "tidak menyebutkan Fable 5", namun sumber yang dekat dengan negosiasi mengatakan pembicaraan terus berlanjut untuk merilis model tersebut.

Anthropic sendiri melalui akun X resmi mengonfirmasi kabar ini dan menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas akses Mythos 5 serta mengembalikan Fable 5 untuk penggunaan umum. Perusahaan optimistis pembicaraan akan membuahkan hasil positif.

Keputusan parsial ini datang hanya beberapa jam setelah OpenAI merilis model GPT-5.6 secara terbatas. Mirip dengan Anthropic, OpenAI hanya memberikan akses awal kepada sekelompok kecil mitra tepercaya yang disetujui pemerintah AS, dengan rencana peluncuran lebih luas dalam beberapa pekan ke depan.

Perkembangan ini menunjukkan dinamika kompleks antara regulator dan pengembang AI di Amerika Serikat. Di satu sisi, pemerintah ingin memastikan keamanan nasional terjaga, namun di sisi lain, inovasi dan daya saing industri harus tetap didorong.

Sebelumnya, Google Siapkan Investasi besar ke Anthropic menunjukkan optimisme investor terhadap masa depan perusahaan. Namun, kebijakan ekspor yang tiba-tiba sempat mengganggu kepercayaan pasar dan operasional perusahaan.

Kekhawatiran pemerintah AS juga dipicu oleh laporan bahwa China berpotensi mengakses Claude Mythos. Ini yang kemudian mendorong pemblokiran menyeluruh, meskipun dampaknya juga dirasakan oleh institusi dalam negeri yang membutuhkan model AI canggih untuk keamanan siber.

Dalam pernyataannya, Anthropic menegaskan bahwa Claude Mythos 5 merupakan model keamanan siber terkuat mereka. Akses terbatas ke institusi yang mengelola infrastruktur kritis dianggap sebagai langkah tepat untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan inovasi.

Para pengamat industri menilai keputusan ini sebagai kemenangan parsial bagi Anthropic. Meski belum sepenuhnya pulih, setidaknya perusahaan bisa kembali melayani mitra-mitra strategisnya sambil terus bernegosiasi untuk akses yang lebih luas.

Ke depannya, banyak pihak berharap pemerintah AS dapat merumuskan kebijakan ekspor AI yang lebih jelas dan terukur. Regulasi yang transparan akan membantu perusahaan seperti Anthropic merencanakan strategi bisnis jangka panjang tanpa khawatir perubahan kebijakan mendadak.

Untuk informasi lebih lanjut tentang dampak kebijakan ini terhadap industri AI, simak teknologi AI Anthropic yang tetap digunakan dalam berbagai konteks meski ada larangan.