Baca juga:
Stephen Hawking dan Ramalannya Tentang AI
ACAT inilah yang merupakan software pembantu Hawking untuk berbicara. ACAT bertugas untuk mengonversi kata-kata yang ingin diucapkan Hawking dari keyboard virtualnya, lalu mengoneksikannya dengan speech synthesizer untuk menyuarakan kata-kata tersebut. Jadi, di layar tablet tersebut, terdapat software keyboard di mana Hawking dapat memilih kata-kata yang ingin ia sampaikan. Hawking hanya perlu menggerakkan pipinya – yang terknoneksi dengan teknologi infrared – untuk memindahkan kursor di keyboard virtual tersebut untuk memilih huruf yang dikehendaki.Baca juga:
Bill Gates Tolak Dicalonkan Jadi Presiden, Ini Alasannya
Untuk mempermudah hal itu, ACAT juga didukung dengan algoritme pemrediksi kata berbekal database dari buku dan materi perkuliahan dari Hawking, sehingga Hawking kerap kali tak perlu mengetik seluruh huruf dari kata yang ingin ia sampaikan. Algortime itu sendiri disediakan oleh Swiftkey. Nah, untuk sistem bicara, ACAT terkoneksi pula dengan hardware synthesizer buatan Speech Plus. Speech synthesizer dengan model CallText 5010 tersebut tak bekerja sendiri, karena hardware itu didukung oleh speaker dan amplifier dari Sound Research. Hawking mengaku puas dengan hardware ini, walaupun aksen dari synthesizer tersebut membuatnya dinilai tak punya aksen khusus. Ada yang menganggap aksen Hawking mirip dengan orang Amerika, ada juga yang mengaggapnya serupa dengan orang Skotlandia.Baca juga:
Tak Ada Komputer, Guru Ini Ajarkan Microsoft World Lewat Gambar di Papan Tulis
Selamat jalan, Stephen Hawking!