Technologue.id, Jakarta – Platform pemesanan perjalanan global Booking.com mengonfirmasi bahwa peretas kemungkinan telah mengakses data pribadi sejumlah pelanggan, termasuk nama, alamat email, nomor telepon, serta detail pemesanan.
Pengakuan ini disampaikan perusahaan pada Senin (13/4), menyusul laporan bahwa pelanggan telah menerima pemberitahuan terkait insiden tersebut sejak pekan lalu. Dalam pesan yang beredar luas secara online, perusahaan menyebut bahwa “pihak ketiga yang tidak berwenang mungkin telah dapat mengakses informasi pemesanan tertentu yang terkait dengan reservasi Anda.”
Unggahan tersebut pertama kali muncul di forum Reddit, dan sejumlah pengguna lain mengaku menerima pemberitahuan serupa. Selain data dasar pelanggan, informasi yang berpotensi terekspos juga mencakup detail tambahan yang dibagikan pengguna kepada pihak akomodasi.
Seorang pengguna yang mengunggah pemberitahuan tersebut mengaku kepada TechCrunch bahwa ia sempat menerima pesan phishing melalui aplikasi WhatsApp pada dua minggu sebelumnya. Pesan tersebut disebut memuat detail pemesanan dan informasi pribadi, yang mengindikasikan bahwa data yang bocor mungkin telah dimanfaatkan oleh pelaku untuk menargetkan korban.
Juru bicara Booking.com, Courtney Camp, mengatakan perusahaan telah mendeteksi aktivitas mencurigakan yang melibatkan akses tidak sah terhadap sebagian data pemesanan tamu. “Setelah menemukan aktivitas tersebut, kami segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Kami juga telah memperbarui nomor PIN untuk reservasi terkait dan memberi tahu para tamu kami,” ujarnya.
Namun, pihak perusahaan menolak mengungkapkan jumlah pasti pelanggan yang terdampak maupun detail teknis insiden tersebut. Kepada The Guardian, Booking.com menegaskan bahwa tidak ada informasi keuangan yang diakses dalam pelanggaran ini.
Insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran terkait keamanan siber di sektor perjalanan digital. Pada 2024, TechCrunch melaporkan bahwa sejumlah komputer hotel sempat terinfeksi spyware jenis stalkerware, termasuk perangkat lunak bernama pcTattletale, yang mampu mengambil tangkapan layar aktivitas pengguna, termasuk saat mengakses portal administrasi Booking.com.
Sebagai salah satu platform terbesar di dunia, Booking.com mencatat lebih dari 6,8 miliar pemesanan akomodasi sejak 2010.