
Technologue.id, Jakarta – Hasil monitoring iklan televisi (TVC) Adstensity terhadap pelaku e-commerce di 13 stasiun televisi nasional yang diterima redaksi (27/10/17) cukup memberikan perspektif baru terhadap masyarakat Indonesia. Selain total belanja iklan para retail online sudah jauh mengungguli trio department store ternama Indonesia dengan perbandingan Rp1,25 triliun dengan Rp40,41 miliar, pergerakan industri e-commerce itu sendiri juga menarik untuk ditelisik.
Baca juga:
Lewati Lazada dan Tokopedia, E-Commerce Ini Jadi yang Terpopuler di Indonesia
Pasalnya, dibandingkan tahun 2016, tahun ini terjadi perubahan yang lumayan signifikan. Contohnya ketika di tahun lalu, Tokopedia menjadi e-commerce yang paling gencar berbelanja iklan di televisi dengan nominal melebihi Rp389 miliar. Akan tetapi tahun ini, mereka sedikit santai. Salah satu dari startup unicorn Tanah Air itu "cuma" menghabiskan Rp225 miliaran. Posisi Tokopedia diambil oleh Bukalapak. Kalau di tahun lalu mereka hanya duduk di posisi keempat dengan belanja iklan senilai Rp204,65 miliar, kini Ahmad Zacky cs berani mengeluarkan dana iklan hingga Rp244,98 miliar.Baca juga:
JD.ID: Kami Sedang Buru Dalang di Balik Pembuat Situs Palsu
[caption id="attachment_23303" align="alignnone" width="640"]
Baca juga:
Secara garis besar, belanja iklan belasan e-commerce Indonesia versi Adstensity memang turun, tepatnya dari Rp1,47 triliun ke Rp1,25 triliun. Walau begitu, munculnya keberanian Shopee, JD.ID, dan Blanja.com yang tahun lalu masih malu-malu patut menjadi catatan tersendiri. Sebagai patokan, data statistik ini disajikan oleh Adstensity berdasarkan rekaman semua iklan televisi di 13 stasiun tv nasional yakni RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV,TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TV One, ANTV, KompasTV, Net TV, dan TVRI. Periode pencatatannya sendiri dimulai dari Januari sampai September 2017.