Jakarta — Platform chatbot kecerdasan buatan, Character.AI, resmi memperluas bisnisnya ke industri micro-drama yang tengah populer. Langkah ini diumumkan oleh perusahaan yang didirikan oleh mantan insinyur Google tersebut pada Kamis (9/7/2026).
Dalam pengumuman itu, Character.AI juga menyatakan telah memproduksi sejumlah micro-drama berbasis AI bekerja sama dengan para penulis Hollywood. Episode-episode drama berdurasi singkat ini ditulis oleh penulis Hollywood, lalu diproduksi menggunakan teknologi AI.
Karakter AI dalam micro-drama ini bisa diajak ngobrol oleh pengguna lewat chatbot Character.AI. Fitur interaktif ini khusus diperuntukkan bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Tidak hanya itu, pengguna juga bisa berkreasi membuat cerita sendiri berdasarkan karakter AI tersebut. Inovasi ini membuka peluang baru dalam industri hiburan digital.
Untuk tahap awal, perusahaan rintisan ini merilis tiga micro-drama. Judul pertamanya adalah series romantis berjudul "Last Summer", genre horor "The Nighttime Game", dan "Edenfall".
Judul "Edenfall" menggabungkan konsep ala The Hunger Games dan Ready Player One. Ceritanya mengisahkan sekelompok pemain yang menjadi penguji beta sebuah game baru.
Perusahaan tidak merinci penulis Hollywood mana saja yang terlibat. Namun, mereka memastikan para penulis tersebut berpengalaman menggarap proyek di Nickelodeon, Netflix, DreamWorks, hingga Blumhouse.
Baca Juga:
Ke depannya, layanan baru Character.AI akan memungkinkan pengguna membuat karakter dan serial sesuai keinginan. Fitur ini disebut sebagai fan fiction yang memberikan kebebasan kreatif bagi pengguna.
Menurut juru bicara Character.AI, tahap awal pengembangan micro-drama ini masih menggunakan model AI bikinan tim internal. Langkah ini dilakukan untuk menyempurnakan format dan alur produksi.
"Seiring waktu, kami bertujuan mengubah pembelajaran dan workflow tools tersebut menjadi alat bagi kreator. Hal ini memungkinkan mereka membuat serial sendiri dan membagikannya ke audiens global," kata juru bicara Character.AI.
CEO Character.AI, Karandeep Anand, mengatakan penggunaan AI memungkinkan proses produksi berlangsung lebih cepat. Menurut Anand, satu serial dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 40 hari.
Sebagai perbandingan, produksi animasi tradisional bisa memakan waktu hingga enam bulan. Efisiensi waktu ini menjadi keunggulan utama penggunaan teknologi AI.
Meski demikian, Character.AI menegaskan tidak ingin sekadar membanjiri pasar dengan konten berkualitas rendah. "Tujuan kami bukan menciptakan mesin pembuat konten AI sembarangan untuk Gen Z," kata Anand.
Ia menilai format micro-drama cocok dipadukan dengan AI karena genre ini memiliki volume produksi tinggi. Siklus pembuatan yang singkat juga menjadi faktor pendukung kolaborasi ini.
Selain itu, Character.AI berharap dapat membuka sumber pendapatan baru melalui interaksi chatbot. Fitur fan fiction yang terhubung dengan serial tersebut juga menjadi potensi bisnis menjanjikan.
Langkah Character.AI ini menunjukkan tren baru di industri hiburan digital. Integrasi AI dengan konten interaktif bisa menjadi masa depan konsumsi media generasi muda.
Dengan pertumbuhan pengguna yang pesat, Character.AI terus berinovasi untuk mempertahankan posisinya di pasar. Ekspansi ke micro-drama menjadi strategi diversifikasi yang menarik untuk disimak.