Baca juga:
Samsung Galaxy A9 Dijual Esok, Ini Dia Empat Fungsi Masing-masing Kamera
Ia menampik, Samsung sengaja menghilangkan fitur anti-air tersebut karena alasan adanya empat kamera. Namun, strategi ini dilakukan mengacu pada riset konsumen, di mana perlu fokus di satu fitur utama yang betul dibutuhkan pasar, di samping menawarkan nilai jual yang berbeda. "Kami lihat survey konsumen untuk segmen ini, kami lihat mau menargetkan segmen yang mana. Di segmen ini, mereka suka mengambil foto. Bukan berarti mengorbankan (anti-air), tapi kami prioritaskan fitur-fitur mana dan inovasi apa yang kita sematkan. Maka, di sini kami utamakan fitur empat kamera dengan intelligence feature di dalamnya," tuturnya.Baca juga:
Tiga Kamera Di Samsung Galaxy A7 (2018) Punya Cita Rasa Galaxy Note 9
Selain menyajikan empat kamera belakang pertama di dunia, Samsung Galaxy A9 juga menghadirkan spesifikasi mumpuni smartphone segmen mid-to-high. Di antaranya bentang layar 6,3 inchi Full HD+ Super Amoled, chipset Qualcomm Snapdragon 660 disertai dengan pilihan RAM 6 GB dan memori internal 128 GB. Kapasitas penyimpanan ini masih bisa diperluas melalui microSD hingga 512GB. Harga Galaxy A9 dijual sebesar Rp7.999.000. [caption id="attachment_42899" align="alignnone" width="702"]
Bernard Ang, IT & Mobile Business Vice President Samsung Electronics Indonesia (Choiru Rizkia / Technologue.id)[/caption]
Baca juga:
Samsung Galaxy A7 vs Galaxy A9, Ketahui Perbedaan Jumlah Kameranya
Di segmen ponsel harga Rp6 juta sampai Rp8 juta, brand Samsung memang masih menguasai pangsa pasar Tanah Air. Dikatakan Bernard Ang, IT & Mobile Business Vice President Samsung Electronics Indonesia, market share Samsung untuk kategori menengah ke atas sudah melampaui angka 85 persen, berdasarkan laporan GfK per September 2018. "Samsung memimpin pasar smartphone mid-high segment sebesar 85 persen, dan kami akan selalu fokus memberikan inovasi yang bermanfaat buat konsumen," ungkap Ang.