Baca Juga: Hapus Deepfake, Facebook Dikritik Pejabat AS
Menurut Andrew Bosworth, kaitan Facebook dan kemenangan dalam Pemilu AS justru terdapat pada iklan politik Donald Trump yang menjadikan viral di Facebook. Meskipun Andrew Bosworth mengaku bahwa dirinya bukan seorang pendukung Donald Trump, namun ia mengagumi langkah dan strategi tim Donald Trump yang memanfaatkan Facebook untuk kampanye politik mereka. Dalam memo itu, Andrew Bosworth juga menyanggah bahwa dugaan keterlibatan Rusia kurang relevan dengan terpilihnya Donald Trump. Selama masa kampanye, Rusia dilaporkan berusaha untuk mempengaruhi pemilihan yang mendukung Trump melalui berbagai cara di Facebook - iklan dan akun palsu, di antara metode lain - namun Bosworth mengatakan upaya itu tidak terlalu efektif. "Perlu diingatkan untuk semua orang bahwa interferensi Rusia itu nyata, tetapi kebanyakan tidak dilakukan melalui iklan. 100.000 dolar AS dalam iklan di Facebook bisa menjadi alat yang ampuh, tetapi tidak dapat membayar pemilihan Amerika, terutama ketika para kandidat sendiri memasang beberapa pesanan lebih banyak uang pada platform yang sama," ungkap Andrew Bosworth. "Dalam praktiknya, Cambridge Analytica adalah event yang tak pernah terjadi (dalam pemenangan Trump). Data dari jenis yang mereka miliki tidak begitu berharga dan tidak berguna dalam 12-18 bulan," imbuhnya.Baca Juga: Facebook Hentikan Autentikasi Dengan Nomer Telepon
Sebagai informasi, hingga saat ini Facebook masih memperbolehkan iklan politik Masuk dalam platform mereka. Namun, kebijakan ini menuai kontra karena memicu banyaknya hoaks dan misinformasi. Namun, kata Andrew Bosworth, Facebook juga tidak bersalah dan tak perlu menghalangi politisi yang ingin menggunakan platform mereka sebagai tempat kampanye politik.