Baca juga:
Lagi, Indosat “Tarik” Komisarisnya Jadi CEO
Pertama, menawarkan Employee Value Proposition (EVP) yang lebih baik. EVP merupakan cara-cara yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh karyawan mereka agar mereka bisa lebih mature dan mendapatkan kepuasan kerja. Irsyad mengatakan karyawan tidak bisa jalan tanpa EVP yang kuat. "Fokus EVP bukan keluar tapi memperbaiki pemenuhan kebutuhan karyawan. Bagaimana caranya membuat mereka enable to stay. Dari lima strategi, EVP ini nomor satu paling penting," ujarnya, di kumpul media menjelang Ulang Tahun Indosat Ooredoo ke-51, di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta, Senin (12/11/2018). Yang kedua, melaksanakan People development yang tepat agar tercipta keseimbangan antara kepentingan employee dan kepentingan bisnis.Baca juga:
CEO dan Dirut Indosat Ooredoo Resmi Mundur, Ada Apa?
"Saat bisnis melemah, tentu yang ditekan adalah employee. Dengan program ini, kita akan menyelaraskan berdasarkan kebutuhan karyawan masing-masing karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda," pungkasnya. Lalu poin yang ketiga, Leadership Development juga tak kalah penting. Indosat Ooredoo, kata Irsyad, akan fokus mengembangkan Line Manager agar mampu menjadi Human Resource (HR) Manager itu sendiri. Ada juga Reward Strategy. Menurut Irsyad, tantangan terbesar di telco adalah pemain-pemain itu saja, terutama bidang-bidang tertentu yang sulit di develop lebih lanjut. Untuk itu, perusahaan akan membuka kesempatan berkarir lebih luas bukan hanya berpatokan pada besaran gaji saja. "Reward disini artinya career opportunity. Setiap orang bisa developing the best dan setelah itu uang akan mengikutinya. Kita ingin menjadi kompetitif tapi bukan paling tinggi pemberian gajinya," ujarnya.Baca juga:
Huawei Dorong Tiga Fokus Industri Capai Transformasi Digital
Terakhir, Employee relations. Perusahaan menekankan antara manager dengan team member bisa terbentuk relations yang baik agar karyawan merasa betah bekerja, bahagia, dan bersedia menghabiskan waktu mereka di Indosat Ooredoo. Adanya transformasi karyawan ini sudah bisa dirasakan oleh para Line Manager, namun baru akan berdampak pada karyawan internal mulai awal tahun depan. Dalam aksi transformasi ini, anak usaha Ooredoo dari Qatar itu juga akan menerapkan sistem People Key Performance Indicator (KPI) mulai tahun depan. Perusahaan akan memantau dan mengukur kinerja para karyawan. "Biasanya kita hanya ada Business KPI, tapi tahun depan akan ada People KPI gunanya untuk mengetahui apakah (kinerjanya) sudah sesuai ataukah belum sama sekali," tandas Irsyad.