Jakarta, Technologue.id – Seorang gamer asal Brasil berhasil memenangkan gugatan terhadap Microsoft setelah akunnya diretas. Pengguna Reddit dengan nama OrdoLiberal ini menyeret raksasa teknologi tersebut ke pengadilan karena dianggap lalai memulihkan akunnya.

Mimpi buruk Ordo dimulai pada April lalu ketika akun Microsoft miliknya dibajak. Padahal, ia sudah mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA) sebagai lapisan keamanan tambahan.

Saat meminta bantuan, layanan pelanggan Microsoft justru memberikan respons yang mengecewakan. Mereka mengakui bahwa akun tersebut telah dicuri, tetapi mengklaim tidak bisa memulihkannya karena peretas sudah mengubah detail keamanan.

Satu-satunya solusi yang ditawarkan Microsoft adalah menutup akun tersebut secara permanen. Hal ini berarti Ordo harus merelakan dan membeli kembali semua game miliknya, termasuk Minecraft.

Menariknya, layanan pelanggan Ubisoft menangani insiden turunan dengan jauh lebih sigap. Ketika peretas mencoba mengambil alih akun Ubisoft Ordo, Ubisoft hanya meminta verifikasi identitas dan langsung memulihkan akunnya dalam waktu kurang dari satu jam.

Merasa dirugikan, Ordo menghubungi pengacara. Belakangan diketahui bahwa balasan dari Microsoft sebelumnya hanyalah pesan otomatis.

Microsoft melawan gugatan ini dengan mengerahkan 12 pengacara dan menyerahkan dokumen pembelaan setebal 300 halaman. Namun, Microsoft tetap kalah di meja hijau.

Berdasarkan putusan di pengadilan Rio de Janeiro (TJRJ), Microsoft diberi waktu 15 hari untuk memulihkan akun serta seluruh pembelian Ordo. Jika gagal, perusahaan akan menghadapi denda yang terus bertambah.

Microsoft juga diwajibkan membayar denda kerugian moral kepada Ordo sebesar kurang lebih USD 400 atau sekitar Rp 6,4 juta. Kasus ini juga menyoroti kebijakan keamanan Microsoft.

Satu detail kocak dari kasus ini: Ordo mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk mengajukan gugatan. Hal ini berkat hukum perlindungan konsumen Brasil yang menyediakan fasilitas pembelaan hukum gratis.

Ia menyebut bahwa satu-satunya pengeluarannya adalah USD 10 untuk membeli celana panjang. Pasalnya, ia tidak diizinkan masuk ke gedung pengadilan dengan mengenakan celana pendek.

Kemenangan konsumen ini menyoroti rapuhnya kepemilikan digital di era game serba digital. Apalagi, masa depan industri game kian meninggalkan media fisik seperti kaset atau cakram.

Sony telah mengonfirmasi bahwa mulai Januari 2028, semua game PlayStation baru hanya akan dijual dalam format digital. Microsoft kabarnya juga menuju arah yang sama.

Konsol Xbox generasi berikutnya, yang dirumorkan bersandi Project Helix, disebut-sebut akan meluncur tanpa disc drive. Meski begitu, Microsoft dikabarkan tengah menguji fitur disc-to-digital untuk mengonversi kaset fisik lama menjadi lisensi digital.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan konsumen di era digital. Pengguna harus lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber yang semakin canggih.