Baca juga:
Jajal Kecepatan Jaringan di Kota Mudik, Indosat Ooredoo Tembus 100 Mbps
"Kami selalu melihat kebutuhan pelanggan. Di Indonesia masih banyak pelanggan yang pakai handset jadul," jelas Kustanto, Group Head Network Strategy, Architecture, and Solution Indosat Ooredoo di Makassar. Meskipun begitu, Kustanto menyatakan bahwa jumlah pelanggan yang menggunakan jaringan 2G terus menurun. Lebih lanjut, Kustanto menjelaskan seiring berjalannya waktu jaringan 2G bisa dimatikan namun perusahaannya akan melihat lagi kebutuhan pelanggan. "Selama permintaan 2G masih ada, kami akan terus bangun dan tetap sediakan. Tapi kan masing-masing area di Indonesia memiliki tren yang berbeda-beda, sebagian daerah masih banyak menggunakan 2G dan ada yang sudah beralih ke teknologi yang lebih baru," lanjut Kustanto.Baca juga:
Walaupun demikian, tambahnya, Indosat Ooredoo tidak merasa khawatir akan perbedaan tersebut. Pasalnya, perusahaan itu telah menggunakan perangkat base transceiver station (BTS) yang telah menerapkan teknologi bernama single run. "BTS sekarang sudah pakai teknologi single run. Jadi satu peralatan bisa digunakan untuk berbagai macam jaringan dan generasi teknologi telekomunikasi sesuai kebutuhan," tandas Kustanto.