Baca juga:
Xiaomi Pamerkan Redmi 5 dan Redmi 5 Plus, Segini Harganya
Ada juga 640 tensor core yang menawarkan performa deep-learning yang sembilan kali lebih cepat daripada pendahulunya. Keunggulan ini memungkinkan Titan V fokus ke pemrosesan simulasi sains serta artificial intelligence (AI). [embed]https://www.youtube.com/watch?v=NPrfiOldKf8[/embed]Baca juga:
Kamera Wireless Berteknologi AI Pertama di Dunia Sudah Ada! Apa Hebatnya?
Walau ditujukan untuk konsumen luas, Titan V sepertinya tidak untuk semua orang. Pertama, harga per unitnya amat tinggi, yakni sekitar Rp40 jutaan. Di samping itu, Nvidia sendiri lebih menyasar para peneliti dan ilmuwan sebagai pengguna Titan V, bukan ke gamer. Karena arsitektur Volta sendiri belum diklaim layak untuk gaming. Untuk gaming, Nvidia lebih mengarahkan konsumen ke GTX 1080 atau GTX 1080 Ti yang saat ini masih jadi GPU gaming terbaik dengan arsitektur Pascal-nya.Baca juga:
"Visi kami untuk Volta adalah mendorongnya ke luar batas komputasi berkinerja tinggi dan AI," ujar pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang. "Dengan Titan V, kami bisa menempatkan Volta ke tangan para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia. Saya tidak sabar untuk melihat terobosan revolusioner mereka."