Baca juga:
Vivo X21 Diresmikan, Usung Fingerprint Sensor di Balik Layar
IBM mengatakan bahwa chip ini akan memiliki ratusan ribu transistor dan memakan biaya dibawah sepuluh sen untuk ongkos produksinya. Komputer ini diklaim mampu memantau, berkomunikasi, menganalisis, hingga melakukan tindakan pada data.Baca juga:
ZenBook Flip UX461, Senjata Terbaru Asus untuk Pasar Laptop Premium
Kehadiran perangkat ini dimaksudkan sebagai sumber data untuk aplikasi blockchain, yang memiliki kemampuan untuk melacak pengiriman barang, mendeteksi pencurian, penipuan dan pelanggaran. Bahkan sanggup melakukan tugas layaknya kecerdasan buatan yang meliputi pemilahan data.Baca juga:
Untuk saat ini para peneliti IBM hanya menguji prototipe pertama dari chip ini. Sehingga belum diketahui kapan tepatnya akan mulai tersedia secara komersil.