Technologue.id, Jakarta – Instagram memperluas fitur perlindungan bagi remaja dengan menghadirkan sistem notifikasi baru untuk orang tua di Indonesia. Melalui fitur ini, orang tua yang mengaktifkan pengawasan akun remaja akan mendapat pemberitahuan jika anak mereka berulang kali mencari istilah yang berkaitan dengan bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Instagram memperkuat perlindungan Teen Accounts sekaligus membantu orang tua mengetahui ketika aktivitas pencarian anak mulai menunjukkan tanda yang membutuhkan perhatian.

Instagram menyadari bahwa isu bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri merupakan persoalan yang sangat sensitif. Karena itu, notifikasi dirancang bukan sekadar untuk memberi tahu orang tua, tetapi juga menyediakan panduan agar mereka dapat memberikan dukungan dan memulai percakapan dengan anak secara tepat.

Instagram mengatakan sebagian besar remaja tidak menggunakan platform tersebut untuk mencari konten mengenai bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Namun, ketika pencarian semacam itu dilakukan, Instagram akan memblokir hasil pencarian sesuai dengan kebijakannya. Remaja kemudian diarahkan ke panduan serta layanan bantuan yang dapat memberikan dukungan ketika mereka menghadapi masa sulit.

Notifikasi kepada orang tua akan muncul ketika sistem mendeteksi beberapa kali pencarian terkait dalam waktu singkat.

Pencarian yang dapat memicu notifikasi mencakup istilah yang mendorong seseorang melakukan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, ungkapan yang menunjukkan keinginan untuk melukai diri, hingga kata-kata yang secara langsung berkaitan dengan “bunuh diri” atau “menyakiti diri sendiri”.

Orang tua yang menggunakan fitur pengawasan akan menerima pemberitahuan mengenai sistem baru tersebut. Notifikasi nantinya dapat dikirim melalui email, SMS, atau WhatsApp, tergantung informasi kontak yang tersedia, serta melalui notifikasi di aplikasi Instagram.

Ketika notifikasi dibuka, orang tua akan melihat pesan khusus yang menjelaskan bahwa anak mereka telah beberapa kali mencoba mencari istilah terkait bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat.

Instagram juga menyediakan panduan dari para ahli yang dapat membantu orang tua memahami situasi dan memulai pembicaraan dengan remaja mengenai persoalan yang sensitif tersebut.

Dengan mekanisme ini, Instagram tidak hanya mengandalkan teknologi untuk mendeteksi aktivitas berisiko, tetapi juga mendorong orang tua mengambil peran dalam memberikan dukungan secara langsung.

Instagram juga menekankan pentingnya menemukan keseimbangan antara perlindungan dan privasi remaja.

Perusahaan menyadari bahwa tidak setiap pencarian mengenai bunuh diri atau menyakiti diri sendiri berarti seorang remaja sedang berada dalam kondisi berbahaya. Seorang remaja bisa saja mencari informasi karena alasan pendidikan, rasa ingin tahu, atau karena menemukan pembahasan mengenai isu tersebut di tempat lain.

Karena itu, Instagram tidak mengirimkan notifikasi untuk setiap pencarian. Sistem menggunakan ambang batas berupa beberapa kali pencarian dalam waktu singkat sebelum notifikasi dikirim kepada orang tua.

Instagram mengatakan mekanisme tersebut dikembangkan setelah menganalisis perilaku pencarian di platform dan berkonsultasi dengan para ahli dari Suicide and Self-Harm Advisory Group.

Meski demikian, perusahaan mengakui orang tua masih mungkin menerima notifikasi meskipun sebenarnya tidak ada risiko serius yang sedang terjadi.

Instagram menyatakan akan terus memantau penerapan fitur tersebut dan menerima masukan untuk menentukan apakah ambang batas yang digunakan sudah tepat.