
Technologue.id, Bali – Awal pekan ini, Galaxy A6 (2018) resmi masuk ke Indonesia. Menyasar konsumen menengah ke atas, gawai yang dilengkapi dengan layar Super AMOLED dan teknologi audio Dolby Atmos itu mengandalkan kamera utama 16MP dengan aperture f/1.7. Akan tetapi versi redaksi, nilai jual utama ponsel seharga Rp3.799.000 itu justru ada pada fitur Bixby Vision. Ya, dicomotnya salah satu kehebatan dari asisten virtual besutan Samsung, Bixby, itu diprediksi membuat para generasi muda yang jadi target konsumen Galaxy A6 bakal senang. Pasalnya, Bixby Vision membuat smartphone di saku mereka bisa meringankan aktivitas sehari-hari mereka, termasuk saat traveling ke luar negeri.
Baca juga:
Mengapa Bodi Samsung Galaxy A6 (2018) Tak Anti Air?
Yang pertama, ada fitur penerjemah teks. Untuk bisa melakukannya, akses saja Bixby Vision dari aplikasi kamera bawaan, atau aplikasi khusus Bixby Vision yang ada di Galaxy A6. Lalu slide opsi fitur dan temukan pilihan "Text" yang berada di paling kiri. Bidik teks yang ingin diterjemahkan atau atur manual lewat frame yang ada di tengah layar. Kalau sudah, klik tombol shutter di bagian tengah bawah. Fitur ini juga dapat diakses dari galeri melalui ikon serupa mata di bagian kanan atas saat Anda melihat hasil foto. [embed]https://www.instagram.com/p/Bis64-in6iE/?taken-by=technologueid[/embed] Dengan ini, Anda bisa langsung menerjemahkan teks yang tertangkap oleh kamera Anda, tetapi pastikan pula handset Anda sudah terkoneksi dengan internet karena fitur ini didukung oleh Google Translate. Proses translate-nya sendiri lumayan akurat dan cukup cepat di koneksi internet yang stabil. Bahkan, Bixby Vision bisa mendeteksi bahasa secara otomatis serta kata bahasa asing berjarak cukup jauh. Fitur low-light dan bukaan yang di atas rata-rata pada kamera belakang Galaxy A6, plus flash light jika diperlukan, memang sangat membantu proses penerjemahan. [caption id="attachment_33049" align="alignnone" width="673"]
Baca juga:
Samsung Galaxy A6 dan A6 Plus (2018) Resmi Masuk Indonesia, Harga?
Kedua, ada pendeteksi kalori dalam makanan. Cara menggunakannya hampir sama, arahkan saja kamera ke makanan yang ingin Anda ketahui kandungannya. Nanti secara otomatis, Bixby Vision akan mendeteksi jenis makanannya, kalori, sampai lemak yang dikandungnya per sajian tertentu. Terdapat pula pencarian resep untuk menu tersebut yang tersambung ke Pinterest, video pembuatannya di YouTube, dan sinkronisasi dengan pelacak aktivitas serta makanan S-Health. [caption id="attachment_33050" align="alignnone" width="673"]

Baca juga:
Selain empat fitur di atas, Bixby Vision sejatinya juga masih bisa melakukan hal lain, yakni mencari informasi dari suatu monumen atau aktivitas bisnis dan medeteksi QR Code. Sayang, perangkat Galaxy A6 yang redaksi coba masih belum tersedia fitur Shop on Sight, di mana Anda bisa mencari dan membeli barang yang Anda jepret di toko online. Namun secara keseluruhan, fitur ini redaksi nilai sudah sangat membantu user, utamanya millennial, untuk menjalani aktivitasnya. Adakah di antara Anda yang sudah penasaran ingin mencobanya?