Technologue.id, Jakarta –  Meta resmi memperkenalkan generasi terbaru kacamata pintar bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan bersama EssilorLuxottica. Produk yang diberi nama Meta Glasses ini hadir dengan sejumlah peningkatan pada desain, kemampuan kamera, serta integrasi AI yang lebih canggih.

Smart glasses tersebut tersedia dalam tiga pilihan desain bingkai, yakni Adventurer, Fury, dan edisi khusus "Meta Glasses by Kylie" yang dikembangkan bersama Kylie Jenner.

Peluncuran ini menjadi langkah terbaru Meta dalam memperluas ekosistem perangkat wearable berbasis AI yang menggabungkan fungsi komunikasi, hiburan, dan asisten digital dalam satu perangkat yang dapat digunakan sehari-hari.

Meta Glasses dibekali kamera 12 megapiksel yang memiliki kemampuan serupa dengan lini kacamata pintar sebelumnya. Perangkat ini mampu merekam video hingga resolusi 3K pada 30 frame per detik serta mengambil foto dengan resolusi mencapai 3.024 x 4.032 piksel.

Kamera tersebut dirancang untuk membantu pengguna mendokumentasikan aktivitas sehari-hari secara praktis tanpa perlu mengeluarkan smartphone dari saku.

Salah satu fitur utama Meta Glasses adalah integrasi langsung dengan Meta AI melalui tombol aksi khusus yang tersedia pada bingkai kacamata.

Meta mengungkapkan bahwa asisten AI tersebut kini ditenagai model terbaru bernama Muse Spark yang diklaim mampu memberikan respons lebih cepat dan pengalaman interaksi yang lebih natural.

Pengguna dapat memanfaatkan AI untuk menjawab pertanyaan, menjalankan perintah suara, hingga membantu aktivitas sehari-hari secara hands-free.

Selain peningkatan fitur pintar, Meta juga fokus pada kenyamanan penggunaan. Kacamata ini hadir dengan bantalan hidung tiga arah yang dapat disesuaikan, ujung tangkai yang fleksibel, serta engsel ekstensi tambahan untuk memberikan kecocokan yang lebih baik pada berbagai bentuk wajah.

Meta menawarkan lebih dari 26 kombinasi bingkai dan lensa yang dapat dipilih pengguna. Perusahaan juga menyediakan dukungan lensa resep melalui program Rx Lens Swap bagi pengguna yang membutuhkan koreksi penglihatan.

Meta Glasses tetap mempertahankan sistem speaker open-ear yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik, podcast, atau melakukan panggilan tanpa menutupi telinga sepenuhnya.

Perangkat ini juga dilengkapi susunan multi-mikrofon dan teknologi peredam kebisingan untuk meningkatkan kualitas suara saat melakukan panggilan maupun memberikan perintah suara.

Dari sisi daya tahan, Meta mengklaim baterai kacamata mampu bertahan hingga delapan jam dalam sekali pengisian. Sementara itu, casing pengisi daya yang disertakan dapat memperpanjang total waktu penggunaan hingga 40 jam.

Untuk konektivitas, perangkat mendukung Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4, serta Bluetooth Low Energy (LE). Meta Glasses juga kompatibel dengan aksesori Neural Band yang dikembangkan perusahaan.

Meta mengonfirmasi bahwa sejumlah fitur tambahan akan mulai diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang, termasuk Dynamic Photos yang memungkinkan hasil foto lebih interaktif serta fitur navigasi pejalan kaki berbasis AI.

Kehadiran fitur-fitur tersebut diharapkan dapat memperluas fungsi kacamata pintar dari sekadar perangkat komunikasi menjadi pendamping digital yang lebih lengkap.

Meta Glasses dipasarkan mulai dari harga US$299 atau sekitar Rp5,3 jutaan. Perangkat ini tersedia di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Irlandia, Swedia, Denmark, Norwegia, Finlandia, Austria, Belgia, Belanda, Swiss, dan Australia.

Konsumen dapat membeli Meta Glasses melalui situs resmi Meta, Amazon, LensCrafters, Best Buy, maupun Sunglass Hut.