Technologue.id, Jakarta – Langkah konsolidasi ekosistem perangkat lunak di bawah naungan grup BBK Electronics tampaknya akan semakin nyata. Setelah sebelumnya menggabungkan OxygenOS dan ColorOS, kini muncul laporan terbaru yang menyebutkan bahwa Realme UI juga akan dilebur ke dalam ColorOS. Nantinya ketiga merek, yakni Oppo, OnePlus, dan Realme, akan menggunakan sistem operasi yang sama.

Rumor tersebut berasal dari seorang sumber terpercaya di industri yang mengklaim bahwa Oppo tengah menyelesaikan proses penyatuan platform perangkat lunaknya. Jika benar terealisasi, ColorOS akan menjadi fondasi tunggal bagi seluruh smartphone Oppo, OnePlus, dan Realme.

Langkah ini sejatinya bukan hal yang benar-benar baru. Pada 2021 lalu, Co-Founder OnePlus, Pete Lau, mengumumkan bahwa OxygenOS dan ColorOS akan digabungkan. Saat itu, keputusan tersebut diambil untuk mempercepat pengembangan fitur sekaligus meningkatkan efisiensi dalam riset dan pengembangan (R&D). Kini, dengan bergabungnya Realme UI, strategi tersebut disebut memasuki tahap akhir.

Dengan menggunakan satu basis sistem operasi, Oppo diperkirakan dapat memangkas biaya pengembangan perangkat lunak, mempercepat distribusi pembaruan, serta menyederhanakan proses pemeliharaan sistem di berbagai merek yang berada dalam satu ekosistem.

Penyatuan antarmuka pengguna ini disebut hanya menjadi salah satu bagian dari strategi konsolidasi yang lebih besar.

Beberapa indikasi telah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Di Jerman, misalnya, pengguna yang mengakses situs resmi OnePlus diarahkan untuk membeli perangkat Oppo. Sementara itu, hampir seluruh lini produk OnePlus di Inggris dilaporkan telah habis dan belum kembali tersedia.

Menurut sumber yang sama, OnePlus ke depannya akan memusatkan bisnisnya hanya di dua pasar utama, yakni India dan Tiongkok. Pasar-pasar lain disebut akan mulai ditinggalkan secara bertahap.

Bahkan di India, hubungan antara OnePlus dan Oppo sudah semakin erat. Layanan purna jual untuk perangkat OnePlus kini diketahui telah ditangani oleh jaringan layanan milik Oppo, menandakan integrasi operasional yang semakin dalam.

Di sisi lain, Realme juga disebut akan melakukan perubahan strategi bisnis. Alih-alih memperkuat posisinya di Tiongkok, perusahaan dikabarkan akan lebih berfokus pada pasar internasional.

Laporan sebelumnya sempat menyebutkan adanya kemungkinan penggabungan operasional OnePlus dan Realme. Namun, sumber terbaru mengindikasikan bahwa kedua merek hanya akan berbagi pasar di India. Di wilayah lain, pembagian pasar masing-masing merek akan dibuat lebih jelas sehingga tidak saling bersaing secara langsung.