Baca juga:
Facebook Resmikan Fitur Dating, Harapkan Bebas dari Gambar Tak Senonoh
Fakta ramainya situs ini makin mengherankan karena Ashley Madison sebelumnya pernah diretas. Juli 2015, hacker berhasil mencuri semua data pengguna situs asal Kanada ini, meliputi nama, alamat rumah, informasi kartu kredit, hingga fantasi seksualnya.Baca juga:
Hacker Pakai Jutaan Akun Facebook Curiannya untuk Bobol Medsos Lain?
Ruben Buell, Presiden dan CTO Ashley Madison, mengatakan hal ini merupakan buah dari kerja keras perusahaannya untuk fokus ke keamanan dan privasi setelah apa yang terjadi. "Ini sangat penting bagi kami, dan saya pikir perusahaan telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat dan benar-benar membawa platform ini kembali hidup. Saya pikir, para pengguna telah melihat komitmen ini," jelasnya.Baca juga:
Kendati demikian, ia tak memungkiri bahwa tekanan dalam hubungan dan berkeluarga juga menjadi dorongan lain terjadinya perselingkuhan. “Komunitas di Ashley Madison adalah komunitas yang sangat terbuka, juga komunitas di mana Anda memiliki risiko yang lebih kecil,” kata Buell.