Jakarta – Situs dewasa populer Pornhub kini resmi diblokir di 25 negara bagian Amerika Serikat. Pemblokiran ini merupakan dampak langsung dari penerapan undang-undang verifikasi usia yang semakin ketat di berbagai wilayah AS.

Aturan verifikasi usia ini mewajibkan setiap pengunjung situs dengan konten dewasa lebih dari sepertiga total kontennya untuk menyerahkan identitas pemerintah. Tujuannya jelas, yaitu mencegah akses anak di bawah umur ke materi pornografi.

Louisiana menjadi negara bagian pertama yang menerapkan aturan serupa beberapa tahun lalu. Kini, berbagai negara bagian lain mengikuti jejak tersebut dengan memberlakukan regulasi yang hampir identik.

Pada Juni 2025, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa undang-undang verifikasi usia Texas bersifat konstitusional. Keputusan ini menjadi preseden penting bagi rancangan undang-undang serupa di negara bagian lain.

Data terbaru menunjukkan bahwa Pornhub telah diblokir di Alabama, Arizona, Arkansas, Florida, Georgia, Idaho, Indiana, Iowa, Kansas, Kentucky, Mississippi, Missouri, Montana, Nebraska, North Carolina, North Dakota, Oklahoma, South Carolina, South Dakota, Tennessee, Texas, Utah, Virginia, West Virginia, dan Wyoming.

Menariknya, Ohio tidak memblokir Pornhub meskipun memiliki undang-undang verifikasi usia. Hal ini karena adanya klausul yang menyatakan bahwa kewajiban verifikasi usia tidak berlaku bagi penyedia layanan komputer interaktif. Aylo, perusahaan induk Pornhub, menganggap dirinya termasuk dalam kategori tersebut.

Di Louisiana, penerapan verifikasi usia berdampak signifikan terhadap lalu lintas situs. Aylo melaporkan bahwa trafik Pornhub di negara bagian tersebut turun sekitar 80 persen.

“Orang-orang ini tidak berhenti mencari pornografi. Mereka hanya bermigrasi ke sudut-sudut gelap internet yang tidak meminta verifikasi usia,” ujar perwakilan Aylo dalam pernyataannya kepada Mashable pada Januari 2025.

Aylo menambahkan bahwa aturan verifikasi usia justru membuat internet lebih berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak. Situs-situs yang tidak mematuhi hukum tidak mengambil langkah keamanan pengguna secara serius.

Perusahaan induk Pornhub itu menegaskan bahwa mereka telah mendukung verifikasi usia pengguna selama bertahun-tahun. Namun, implementasi yang dilakukan banyak yurisdiksi dinilai tidak efektif dan berbahaya.

“Regulasi yang mewajibkan ratusan ribu situs dewasa mengumpulkan data pribadi sensitif membahayakan keamanan pengguna,” jelas Aylo dalam pernyataan resminya.

Para pakar industri juga menyoroti masalah privasi yang muncul akibat aturan ini. Situs web kini harus menyimpan lebih banyak informasi pribadi pengguna, yang berpotensi disalahgunakan.

Anonimitas di internet akan semakin sulit dipertahankan. Para ahli memperingatkan bahwa kondisi ini berbahaya bagi kebebasan berekspresi di dunia digital.

Beberapa kalangan di industri dewasa juga mengkhawatirkan dampak kebijakan konservatif di masa depan. Project 2025, sebuah dokumen kebijakan konservatif, disebut-sebut memiliki langkah-langkah untuk melarang pornografi secara total.

Salah satu penulis Project 2025, Russell Vought, secara terbuka menyatakan bahwa undang-undang verifikasi usia adalah “pintu belakang” menuju larangan pornografi yang lebih luas. Pernyataan ini terekam dalam rekaman rahasia.

Sebagai alternatif, para pakar industri dewasa merekomendasikan penggunaan filter di tingkat perangkat. Langkah ini dinilai lebih efektif dan aman dibandingkan verifikasi usia di tingkat situs.

Di Indonesia, isu pemblokiran situs pornografi juga menjadi perhatian serius. Kominfo Terima Banyak Aduan terkait konten pornografi setiap tahunnya.

Pemerintah Indonesia terus berupaya melindungi anak-anak dari konten dewasa di internet. Kemkomdigi Verifikasi 14 Layanan Apple sebagai bagian dari upaya keamanan anak di ranah digital.

Pendekatan verifikasi usia di tingkat perangkat juga mulai diterapkan oleh platform teknologi besar. Apple Terapkan Verifikasi Usia untuk pengguna App Store guna membatasi akses konten dewasa.