Punggungnya menggunakan material kaca, dengan dimensi 158.5 x 74.7mm dan ketebalannya hanya 7,7mm. Bobotnya cukup ringan, hanya 166 gram karena menggunakan kerangka dari polikarbonat. Meski begitu, build quality yang baik membuat feel dalam menggenggam Galaxy A50 masih lumayan premium.
Baca Juga: Realme 3 Pro Vs Samsung Galaxy A50: Adu Smartphone Semi Flagship, Mana yang Terbaik?
Menuju bagian dahi, Samsung ikut-ikutan mengusung desain notch. Di sana ada kamera depan 25-megapixel, LED flash, earpiece, sensor ambient light, dan proximity.
Beralih ke belakang, berjejer tiga buah kamera dan LED flash dalam posisi vertikal. Paling atas beresolusi 5-megapixel sebagai depth sensor, kamera utama di tengah beresolusi 25-megapixel, dan kamera ekstra satu lagi paling bawah beresolusi 8-megapixel dengan lensa ultra wide.
Buat yang mencari kemana perginya fingerprint sensor, Samsung membenamkan sistem keamanan ini ke dalam layar. Namun, teknologi yang digunakan bukan ultrasonik seperti pada S10, melainkan optikal.
Tombol volume berada persis di atas tombol power. Lagi-lagi posisinya terlalu tinggi, tapi bukan masalah besar. Sementara, sisi kiri terdapat SIM tray yang berisi tiga buah slot – dua nano SIM dan satu microSD.
Bagian atas hanya ada mikrofon kedua. Sedangkan, di bawah ada jack audio 3,5mm, port microUSB, mikrofon, dan speaker. Sebagai informasi, Galaxy A50 sudah menggunakan port USB Type-C dan mendukung pengisian cepat 15W. Selain itu, Galaxy A50 mengusung sertifikasi IP68, yang berarti ponsel ini mampu bertahan di air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit dan juga antidebu.