Baca Juga: Layar Galaxy Fold Bermasalah, Samsung Segera Lakukan Investigasi
"Jika kami tidak mendengar kabar dari Anda dan kami belum mengirimkannya pada tanggal 31 Mei, pesanan Anda akan dibatalkan secara otomatis," demikian isi e-mail dari Samsung ke pemesan pre-order Galaxy Fold, sesuai yang dikutip dari Reuters, Selasa, 7 Mei 2019. Tidak disebutkan berapa total pemesanan awal Galaxy Fold di sesi khusus tersebut. Mereka mengaku harus menutup sesi pre-order lebih awal dikarenakan permintaan tinggi. Samsung semula berencana untuk menjual ponsel lipatnya yang seharga US$ 1.980 atau sekitar Rp27 jutaan pada tanggal 26 April, tetapi terpaksa menunda peluncuran setelah beberapa unit yang akan diulas oleh media justru rusak selama pengujian.Baca Juga: Begini ‘Jeroan’ Samsung Galaxy Fold
Setelah menarik kembali unit review, Samsung segera menghubungi pelanggan pre-order pada 22 April, dan menjanjikan bakal mengumumkan tanggal rilis baru secepatnya. Namun tak disangka, informasi yang diterima malah e-mail pembatalan pesanan bila produk molor dikirim ke tangan penerima. Samsung lebih memilih menunda jadwal pengiriman barang ketimbang memaksa segera menjual produk yang bermasalah. Layar fleksibel pada Galaxy Fold terbukti rentan terhadap masuknya puing-puing, berkat teardown iFixit yang kemudian dihapus atas permintaan Samsung. Di balik situasi ini, Samsung tetap berencana untuk membuat setidaknya 1 juta smartphone Galaxy Fold di tahun ini.