Baca juga:
Tik Tok Ungkap Tren Selama 2018, Ada Bowo Alpenliebe?
Tak hanya teknologi AI, Tik Tok juga mengerahkan tenaga manusia untuk memoderasi konten secara manual. Dengan adanya sistem canggih ditambah tim manajemen yang lihai menyaring konten berbau pornografi, Tik Tok berkomitmen memberikan platform video singkat yang aman dan pantas bagi seluruh penggunanya. Akibat isu konten negatif, pemerintah Indonesia sempat melakukan pemblokiran terhadap aplikasi video asal Tiongkok tersebut. Hal itu dilakukan karena aplikasi tersebut isinya banyak mengandung unsur pornografi, konten tidak pantas, dan penodaan agama.Baca juga:
Pembuat Aplikasi Tik Tok, Kini Jadi Startup Paling Mahal
Pemblokiran selama satu hari itu sendiri telah dicabut, setelah adanya konfirmasi dari pihak Tik Tok bahwa isinya sudah “dirapikan”. Setelah dibukanya akses kembali di Indonesia, aplikasi Tik Tok pun memenuhi sejumlah permintaan yang diajukan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), salah satunya membuka kantor di Tanah Air.Baca juga:
Di kantor yang berada di The Plaza, Jakarta, Tik Tok menempatkan tim monitoring yang bertugas memantau tayangan konten-konten buatan kreator lokal. Selain itu ada juga channel khusus untuk menampung komplain sebelum ditindaklanjuti. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menunggu lama aksi nyata dari setiap keluhannya.