Technologue.id, Jakarta – Salah satu pendiri sekaligus ketua dewan direksi Netflix, Reed Hastings, dipastikan akan meninggalkan posisinya pada Juni mendatang. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat kepada para pemegang saham yang dirilis bersamaan dengan laporan keuangan kuartal pertama perusahaan.

Dalam pernyataannya, Hastings menyebut ingin mengalihkan fokusnya pada kegiatan filantropi dan berbagai aktivitas lainnya setelah puluhan tahun berkiprah di perusahaan yang ia dirikan. Ia menjabat sebagai ketua dewan sejak 2023, setelah mundur dari perannya sebagai CEO dan menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Greg Peters.

“Netflix telah mengubah hidup saya dalam banyak hal,” ujar Hastings. Ia juga mengenang momen penting pada Januari 2016 ketika layanan Netflix mulai tersedia hampir di seluruh dunia. Menurutnya, kontribusi terbesarnya bukan hanya pada satu keputusan besar, melainkan pada fokus membangun budaya perusahaan yang kuat serta memberikan kepuasan bagi para pelanggan.

Hastings secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Greg Peters dan Ted Sarandos yang dinilai mampu melanjutkan visi dan kesuksesan perusahaan, sehingga ia kini merasa siap untuk mengeksplorasi hal-hal baru di luar Netflix.

Didirikan pada 1997 bersama Marc Randolph, Netflix awalnya merupakan layanan penyewaan DVD melalui pos. Hastings kemudian mengambil alih sebagai CEO pada 1999 dan memimpin transformasi besar perusahaan menjadi platform streaming pada 2007. Di bawah kepemimpinannya, Netflix juga mulai memproduksi konten original sejak 2013, yang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perusahaan.

Pada 2020, Netflix menunjuk Ted Sarandos sebagai co-CEO untuk memperkuat bisnis produksi konten. Tiga tahun kemudian, Hastings mundur sebagai CEO dan beralih menjadi ketua eksekutif, sementara Greg Peters naik menjadi co-CEO. Hastings juga dikenal sebagai sosok di balik “memo budaya” Netflix yang terkenal, yang menekankan kinerja tinggi dan kebebasan bertanggung jawab dalam organisasi.

Meski akan meninggalkan dewan Netflix, Hastings tetap aktif di dunia teknologi. Ia masih duduk di dewan perusahaan AI Anthropic serta perusahaan media dan perangkat lunak Bloomberg.

Sementara itu, Netflix terus memperluas bisnisnya di luar film dan serial televisi. Perusahaan kini mulai merambah konten interaktif seperti gim, podcast video, hingga siaran langsung olahraga, sebagai bagian dari strategi diversifikasi di era persaingan industri streaming yang semakin ketat.