Baca Juga:
Bukan tanpa alasan, Lu Weibing berpendapat bahwa jumlah komponen smartphone 5G akan meningkat jauh lebih banyak. Alhasil, ruang untuk meletakkan kamera pop-up pun menjadi begitu terbatas sehingga sistem mekaniknya pun sulit diterapkan. Lebih lanjut, ia pun mengatakan kalau sistem kamera pop-up membuat banyak produsen smartphone harus bekeja keras untuk membuat rancangan mainboard. Jika mainboard dibagi menjadi dua bagian, risiko pembuangan panas yang tidak memadai pun bisa terjadi. Masalah lainnya adalah, smartphone 5G membutuhkan kapasitas baterai yang lebih besar ketimbang 4G. Dengan begitu, ruang pada smartphone pun semakin menipis untuk bisa meletakkan sistem kamera pop-up.