Jakarta – Sony resmi memperkenalkan kamera terbaru mereka, FX5, sebagai anggota terbaru dalam jajaran Cinema Line. Kamera full-frame ini hadir dengan sensor gambar fully stacked CMOS yang baru dikembangkan, menjanjikan peningkatan performa sensitivitas dengan dynamic range hingga lebih dari 15 stop.

Untuk pertama kalinya dalam seri Cinema Line FX, kamera ini mendukung Open Gate shooting serta perekaman internal dalam format X-OCN, format RAW eksklusif milik Sony. Kemampuan perekamannya pun impresif, mampu merekam video 5K hingga 60 frame per detik, 4K hingga 120 frame per detik, serta FHD hingga 240 frame per detik.

Kamera ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan lingkungan produksi profesional dalam bodi yang ringkas dan portabel. Sony juga menghadirkan dua aksesori opsional terbaru, yaitu OLED viewfinder yang dapat dilepas serta XLR Handle yang mendukung perekaman internal hingga 96 kHz, 32-bit float.

Motoya Itako, President Director PT Sony Indonesia, menyatakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi bagi para kreator. “Melalui kehadiran FX5, kami memperluas jajaran Cinema Line dengan menghadirkan kamera yang memadukan kualitas gambar luar biasa, kemampuan perekaman canggih, serta pengoperasian profesional dalam bodi yang ringkas dan mudah dibawa,” ujarnya.

Claudio Miranda, ASC, sinematografer film “Top Gun: Maverick” dan “F1® The Movie”, juga memberikan testimoninya setelah melakukan uji pengambilan gambar. Ia menilai FX5 mampu menggabungkan kualitas ekspresi gambar yang tinggi dengan mobilitas dalam bodi yang ringkas.

Sutradara Gareth Edwards, yang dikenal lewat karya “The Creator” dan “Rogue One: A Star Wars Story”, juga berkesempatan menggunakan kamera ini untuk proyek di Kamboja, Thailand, dan Nepal. “Guerrilla filmmaking kini memasuki level berikutnya. FX5 adalah kamera sinema run-and-gun yang menjadi tolak ukur baru,” ujar Gareth.

Fitur utama FX5 mencakup sensor full-frame fully stacked Exmor RS™ CMOS dengan mesin pemrosesan gambar BIONZ XR2™ terbaru. Kamera ini juga mendukung Three Base ISO, yaitu ISO 800, ISO 4000, dan ISO 12800, untuk hasil gambar dengan noise rendah di berbagai kondisi pencahayaan.

Fungsi Dual Gain Shooting juga hadir untuk pertama kalinya pada seri FX, memaksimalkan performa sensor untuk reproduksi gradasi yang halus. Sistem AF presisi tinggi berbasis AI dengan estimasi pose manusia memungkinkan deteksi akurat posisi mata, tubuh, dan kepala bahkan dalam kondisi minim cahaya.

Kamera ini juga dilengkapi stabilisasi gambar optik 5-axis in-body dengan rentang koreksi roll yang diperluas. Saat dipadukan dengan XLR Handle Unit baru, FX5 mendukung perekaman audio hingga 96 kHz, 32-bit float, serta 4 kanal audio untuk kualitas suara profesional.

Monitor LCD layar sentuh multi-angle 4-axis berukuran 3,5 inci dengan resolusi sekitar 2,76 juta titik memudahkan pemantauan gambar. Layar utama BIG6 yang mewarisi kemudahan pengoperasian dari kamera CineAlta juga turut disematkan untuk fokus pada proses pengambilan gambar.

Kipas pendingin efisiensi tinggi dengan desain pembuangan panas yang dioptimalkan memungkinkan pengoperasian stabil selama perekaman durasi panjang. Bodi ringan dengan lubang sekrup di berbagai bagian memungkinkan konfigurasi sistem pengambilan gambar yang fleksibel tanpa memerlukan cage.

Content image for article: Sony FX5 Resmi Meluncur, Kamera Cinema Line dengan Perekaman Open Gate

Integrasi dengan aplikasi Monitor & Control memungkinkan pemantauan video dan pengoperasian jarak jauh melalui smartphone, tablet, dan Mac. Kamera ini juga kompatibel dengan paket baterai isi ulang berkapasitas tinggi NP-SA100 dengan kapasitas daya sekitar 1,3 kali lebih besar dibandingkan baterai seri Z NP-FZ100.

Sony juga merencanakan pembaruan Ver. 2.0 pada Agustus 2027 untuk menambah dukungan perekaman HFR hingga 240 fps dalam X-OCN. Fitur lain yang direncanakan termasuk perekaman XAVC S-I dengan rasio aspek 3:2 serta fungsi frame grab untuk fleksibilitas produksi yang lebih besar.

Dari sisi keberlanjutan, sekitar 30% atau lebih komponen kamera ini terbuat dari plastik daur ulang. Fasilitas produksi di Thailand dan Tiongkok juga beroperasi menggunakan 100% energi terbarukan, menunjukkan komitmen Sony terhadap kelestarian lingkungan.

FX5 tersedia untuk pre-order mulai 13 Agustus hingga 20 September 2026 dengan harga Rp 94,999,000 untuk paket body dengan XLR handle. Harga body only dibanderol Rp 85,999,000, sementara aksesori DVF-EL1 OLED Viewfinder dijual terpisah dengan harga Rp 11,499,000.

Selama periode pre-order, pelanggan berkesempatan mendapatkan hadiah eksklusif berupa NP-SA100 Battery, CEA-G240T CFexpress Type A, dan Thule Accent2 Backpack. Kamera ini akan hadir secara luas di toko-toko dan dealer resmi Sony Indonesia mulai akhir September 2026. Bagi yang ingin membandingkan dengan lini produk lain, Kamera Mirrorless Sony dan Sony Xperia 1 VIII juga bisa menjadi referensi menarik.