Baca juga:
Di Bisnis Kurir, JNE Anggap Go-Jek Saingan?
Penggantian nakhoda dari Travis Kalanick ke Dara Khosrowshahi bulan September lalu juga belum bisa menolong banyak. Namun setidaknya, di bawah Dara, kini kerugian Uber telah berkurang. Dibandingkan tahun lalu, kompetitor Grab dan Go-Jek itu menelan kerugian sebesar US$1,1 miliar (Rp16 triliunan). Sementara itu, transaksi yang ditampung Uber sepanjang April sampai Juni 2018 telah naik. Dalam tiga bulan itu, mereka mencatat transaksi sebesar US$12 miliar (Rp175 miliaran), termasuk dari sektor pengantaran penumpang dan delivery makanan. Jumlah tersebut naik enam persen dari kuartal sebelumnya dan 40 persen dari periode yang sama tahun lalu.Baca juga:
Waspada, Aplikasi Transportasi Online Rawan Serangan Siber!
Hal inilah yang membuat Dara Khosrowshahi tetap optimistis dengan masa depan perusahaannya. "Kami melewati kuartal yang bagus lagi dengan terus tumbuh secara impresif dari segi bisnis dalam skala kami," kata sang CEO.Baca juga:
Tak Hanya Go-Jek, Kini Driver Grab Pun Bisa Punya Rumah Sendiri
Uber sendiri tahun ini telah resmi hengkang dari Indonesia dan Asia Tenggara. Unit bisnis mereka di ASEN diakuisisi oleh Grab. Selain Asia Tenggara, Uber juga melepas China dan Rusia. Mereka kini fokus untuk mempertahankan posisi mereka di India dan Timur Tengah.