Jakarta — Puncak penyelenggaraan kompetisi tahunan Huawei ICT Competition APAC ke-10 sukses digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Huawei bersama ASEAN Foundation ini menarik partisipasi lebih dari 8.600 mahasiswa.

Mahasiswa tersebut berasal dari 14 negara dan wilayah. Mereka berkompetisi dalam kategori Practice Competition yang meliputi Cloud Track, Network Track, dan Computing Track, serta Innovation Competition.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi ketat, lebih dari 160 mahasiswa dari 13 negara dan wilayah berhasil melaju ke babak final tingkat Asia Pasifik (APAC). Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen Huawei dalam mengembangkan talenta digital di kawasan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN. Hadir pula Dr. Fauzan Adziman, Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek, serta Dr. Boni Pudjianto, Kepala BPSDM Komunikasi dan Digital Kementerian Komdigi.

Dalam sambutannya, Dr. Kao Kim Hourn menyampaikan dukungannya terhadap kompetisi ini. “Pengembangan talenta muda merupakan sumber kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan di kawasan,” tegasnya.

Content image for article: Talenta Terbaik Huawei ICT Competition APAC ke-10 Dinobatkan di Sekretariat ASEAN

“Sejalan dengan ASEAN Digital Masterplan 2030, talenta digital menjadi denyut utama dalam mewujudkan visi transformasi digital ASEAN,” tambah Sekjen ASEAN tersebut. Hal ini sejalan dengan 10 Megatrend Teknologi yang diprediksi Huawei.

Pada kesempatan tersebut, Huawei mengumumkan para pemenang dari masing-masing kategori kompetisi. Tim dari National University of Singapore berhasil meraih Grand Prize pada kategori Innovation Competition.

Inovasi mereka dinilai memiliki nilai komersial sekaligus dampak sosial yang tinggi. Sementara itu, pada kategori Practice Competition, tim dari Vietnam Posts and Telecommunications Institute of Technology meraih penghargaan tertinggi pada Computing Track dan Cloud Track.

Adapun Grand Prize untuk kategori Network Track diraih oleh tim dari Bulacan State University, Filipina. Selain para pemenang Grand Prize, tim dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Laos, Timor-Leste, Hong Kong SAR, dan Macao SAR juga membawa pulang penghargaan.

Sebanyak 16 tim terbaik, termasuk para peraih Grand Prize, akan mewakili kawasan APAC pada kompetisi tingkat global. Kompetisi global tersebut akan diselenggarakan di Shenzhen pada Juni mendatang.

Mereka akan bersaing dengan lebih dari 100 tim dari seluruh dunia. Prestasi ini mengingatkan pada kesuksesan ITB Sabet Juara di final kompetisi serupa sebelumnya.

Dalam rangkaian acara ini, Huawei Asia Pacific juga mengumumkan sejumlah kolaborasi dan inisiatif penting. Fokus utama dari inisiatif tersebut adalah pengembangan talenta AI di kawasan Asia Pasifik.

Peter Pan, Vice President Huawei Asia Pacific, mengatakan, “Pada penyelenggaraan ke-10 ini, kami berharap dapat menghadirkan dampak yang lebih besar.” “Kami terus mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mendukung lahirnya generasi talenta digital berikutnya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, white paper bertajuk “ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World” resmi diluncurkan. Dokumen ini dikembangkan bersama oleh Huawei, IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium.

Content image for article: Talenta Terbaik Huawei ICT Competition APAC ke-10 Dinobatkan di Sekretariat ASEAN

White paper tersebut memaparkan tren utama, perubahan kebutuhan keterampilan, serta jalur pengembangan kompetensi bagi profesi ICT. Dokumen ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi sektor pendidikan maupun industri.

Huawei ICT Academy juga memperkenalkan pembaruan besar pada kurikulumnya. Pembaruan tersebut mencakup penambahan materi AI yang dilengkapi sumber daya pengajaran komprehensif dan aplikatif.

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem talenta AI, Huawei, ASEAN Foundation, dan ITU bergabung dalam momen kolaborasi simbolis. Momen ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung inklusi digital dan pengembangan talenta digital masa depan.

Selama sembilan tahun terakhir, Huawei ICT Academy di kawasan APAC telah berkembang pesat. Dari hanya dua institusi di dua negara, kini menjadi lebih dari 500 institusi di 18 negara dan wilayah.

Hingga saat ini, program tersebut telah melatih lebih dari 160.000 mahasiswa. Lebih dari 60.000 mahasiswa masih aktif mengikuti program tersebut hingga kini.

Ke depan, Huawei akan terus mengeksplorasi berbagai peluang baru dalam pengembangan talenta AI. Hal ini dilakukan untuk mendukung negara-negara Asia Pasifik dalam menyiapkan generasi talenta digital masa depan.