Baca juga:
Telkomsel Perkenalkan Poin Jajan TCash, Apa Saja Keuntungannya?
Danu Wicaksana, CEO TCash, mengatakan, layanan penyaluran biaya kredit UMI merupakan salah satu solusi pembayaran non-tunai yang dihadirkan bagi masyarakat di wilayah Lombok Timur, khususnya bagi para pemilik bisnis lokal. "Wilayah ini secara khusus dipilih sebagai salah satu upaya TCash dalam membantu masyarakat setempat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, untuk pengembangan bisnis mereka," ujar Danu. Penggunaan TCash sebagai metode non-tunai penyaluran pembiayaan kredit UMI ini juga akan memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem lokal yang telah dibangun TCash di pelosok negeri, seperti merchant lokal, Konter Pembayaran Resmi Bang TCash, toko ritel modern; serta mitra lainnya yang melayani pembayaran tagihan PPOB dan layanan keuangan.Baca juga:
TCash Ikutan Uji Coba Penerapan Kode QR Terstandar
Selain itu, dengan layanan ini, TCash pun turut berkomitmen membantu pemerintah dalam menyajikan data penerima kredit secara akurat, cepat, dan real-time, sehingga penyaluran kredit UMI ini pun tepat sasaran. T-Cash menjadi satu-satunya uang elektronik dalam periode uji coba ini yang mampu melayani masyarakat unbanked yang masih menggunakan feature phone, secara mudah dan nyaman. “Layanan penyaluran pembiayaan kredit UMI ini sejalan dengan fokus bisnis TCash di tahun mendatang, yaitu pemberdayaan masyarakat di segmen underbanked melalui kemudahan akses terhadap layanan keuangan," imbuhnya.Baca juga:
Ulang Tahun ke-3, TCash Gandeng Merchant Kasih Promo Menarik
Ke depannya, mereka akan memperluas cakupan wilayah penyaluran pembiayaan kredit UMI menggunakan TCash ini ke wilayah lainnya di pelosok negeri, seperti Medan, Semarang, Yogyakarta, dan Probolinggo. Menutup akhir 2018, TCash telah sukses menjangkau lebih dari 30 juta pelanggan lintas operator telekomunikasi di 34 provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 20 juta transaksi bulanan yang berasal dari layanan di lebih dari 75.000 merchant outlets.