
Technologue.id, Jakarta – Terlalu naif jika kita mengesampingkan Pulau Dewata Bali sebagai destinasi "surga" Indonesia. Popularitasnya yang sudah terdengar hingga pelbagai penjuru dunia membuat Bali menjadi tujuan wisata favorit banyak orang. Namun, alih-alih menikmati Bali secara standar, Airbnb memilih untuk mempromosikan sisi unik liburan dan eksplorasi kawasan berjuluk The Island of Gods tersebut. Lewat fitur andalannya, Experience alias Perjalanan Airbnb, Anda akan diajak menemukan hal berbeda dari Bali dan hidup layaknya penduduk setempat.
Baca juga:
Benarkah Go-Jek Dapat Suntikan Dana dari Google?
Beberapa contoh dari aktivitas Pengalaman Airbnb itu antara lain: Kelas memasak di perkebunan organik ala Bali; Menjelajah Pantai Lovina mengendarai Vespa dan Mendaki; belajar berselancar bersama peselancar profesional Tanah Air; menanam kembali terumbu karang; sampai melakukan perjalanan eco-spiritual di Sidemen dari seorang Mangku. [caption id="attachment_26972" align="alignnone" width="673"]
Baca juga:
Tanamduit, Permudah Investasi Dana Via Online
Berdasarkan klaim Airbnb, platformnya telah menginisiasi 48 ribu lapangan kerja di Ubud, Kuta, dan Denpasar. Walau baru diluncurkan sejak November 2017, Pengalaman Airbnb di Bali telah menjadi satu dari 15 market teratas di dunia serta menduduki peringkat kedua sebagai Experience yang paling sering dipesan di Asia, tepat setelah Tokyo.Baca juga:
Fitur Perjalanan Airbnb ini merupakan terobosan dari startup yang beridiri tahun 2008 silam itu, yang awalnya hanya membawa konsep home-sharing, hingga kini bisa membentuk komunitas global dan menghadirkan pengalaman yang lebih khas sekaligus punya daya tarik lokal. Sudah ada lebih dari 40 Pengalaman yang tersedia, baik yang murni berbasis profit dan yang memiliki dampak sosial.