Baca juga:
Bukalapak Tawarkan Opsi Pembayaran Digital Melalui Buka DANA
Ia memperkirakan bila Amazon akan mengembangkan bisnis e-commerce di pasar dalam negeri, tentu membutuhkan persiapan yang matang dalam beberapa tahun mendatang. "Untuk e-commerce, Amazon belum waktu dekat, at least, masuk ke Indonesia. Lima tahun lagi, who knows," tuturnya.Baca juga:
Data Penjualan Amazon Dibocorkan Karyawannya Sendiri
Amazon memang berencana melebarkan sayap ke wilayah Asia Tenggara. Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat sudah lebih dulu hadir di Singapura. Setelah itu, muncul kabar bahwa Amazon berancang-ancang memasuki pasaran e-commerce Indonesia. Ketika itu, Amazon disebut menyiapkan dana sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp14,1 triliun untuk beroperasi selama sepuluh tahun di Indonesia. Namun, biaya operasional tersebut dinilai sangat kecil bagi perusahaan skala besar seperti Amazon.Baca juga:
AWS Ajak Startup Lokal Adopsi Platformnya, Adakah Untungnya?
"(Investasi) satu miliar dolar dalam sepuluh tahun itu sebenarnya tidak banyak. Kalau untuk AWS itu masuk akal. Tapi kalau untuk e-commerce, itu justru kecil," kata Fajrin. Ia melanjutkan, "Kita lihat saja berapa banyak investasi yang diterima oleh perusahaan e-commerce dan ride-hailing di Indonesia dalam dua sampai tiga tahun terakhir, jauh diatas satu milar dolar."