Baca juga:
Microsoft Resmi Akuisisi GitHub, Berapa Maharnya?
Namun, mengutip BusinessInsider.com (05/06/2018), hal ini ternyata tak serta merta membuat semua pihak percaya kalau akuisisi Microsoft terbesar keempat dalam sejarahnya ini merupakan strategi yang tepat. Sebab, masih ada luka yang berbekas dari era 90-an dan awal 2000-an. CEO Microsoft kalau itu, Steve Ballmer, mengampanyekan "perang" terhadap software open-source. Wajar, mereka memang menjual sistem operasi berlisensi terpopuler sejagat, Windows. Maka dari itu, sebagian orang masih mempertanyakan komitmen Microsoft ke open-source, terlebih untuk membesarkan GitHub, di samping pembuktian yang totalitas dari Nadella.Baca juga:
Guna Lawan Apple, Google, Hingga Samsung, Microsoft Akuisisi Startup Ini
[embed]https://twitter.com/martinvars/status/1003733971228905475[/embed] "Microsoft membeli GitHub sama saja seperti Exxon Mobil membeli Greenpeace," cuit investor dan entrepreneur Martin Varsavsky. Di samping itu, track record Microsoft dalam mengakuisisi juga tak terlalu baik. Di tangan mereka, Nokia berubah menjadi pemain kecil di pasar ponsel global. Skype juga dianggap salah asuhan.Baca juga:
Microsoft: Pemanfaatan Artificial Intelligence di Indonesia Sudah Masif
Mungkinkah kehadiran Microsoft hanya akan menggerogoti GitHub dari dalam? Chris Wanstrath, co-founder GitHub, tidak percaya hal itu. "Skeptisme adalah hal yang sangat wajar, tetapi kami berada di jalur yang tepat," katanya.