Baca juga:
Quipper Super Teachers, Inovasi Anyar Quipper Majukan Dunia Pendidikan
AWS memiliki berbagai layanan termasuk komputasi, storage, jaringan, database, analisis, Artificial Intelligent (AI), IoT, mobile dan tool untuk developer. Dibandingkan membangun infrastruktur TI sendiri, Nick mengatakan bahwa AWS menawarkan kelebihan untuk startup yang ingin menggelar layanannya dari segi efisiensi biaya dan kemudahan manajemen sumber daya. "Sekitar 80 persen effort yang dikeluarkan dalam meluncurkan produk bukan terpusat pada kualitasnya tapi dalam membangun infrastruktur. AWS mengubah cara berinvestasi. Startup bisa fokus mengembangkan bisnis," imbuhnya.Baca juga:
Oona TV, Menonton Televisi sambil Kumpulkan Poin
Nick berpendapat, banyak startup di Indonesia yang membangun bisnis baru. Mereka ingin bereksperimen, ingin berinovasi, dan mencoba hal-hal baru. Mereka mendambakan infrastruktur dan teknologi kelas dunia. Nick mengharapkan bahwa AWS dapat membantu perusahaan rintisan meningkatkan operasi mereka dan memperluas skala bisnisnya. AWS juga telah membentuk kemitraan dengan inkubator, akselerator, dan investor pemula untuk mendukung startup. "Sangat antusias dengan market ini. Kami ingin membantu startup mendapatkan benefit dari platform AWS," ujarnya.Baca juga:
Jasa AWS di Indonesia saat ini digunakan oleh sejumlah perusahaan digital yang bergerak di berbagai bidang, termasuk Tokopedia, Traveloka, Go-Jek, Moka, Halodoc, Grab, dan masih banyak lagi. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan AWS telah naik sebesar 49 persen, dengan total penghasilan USD1,4 miliar. AWS berkontribusi sekitar 11 persen dari total revenue Amazon di kuartal ini.