Baca Juga: Tidak Terapkan Enkripsi End-to-End, Keamanan Zoom Dipertanyakan
Pundi-pundi kekayaannya ini tidak lepas dari popularitas Zoom yang kian meroket seiring diberlakukannya kebijakan bekerja dan belajar di rumah oleh banyak negara. Dimana dengan adanya kebijakan ini masyarakat beralih ke telekonferensi untuk berkomunikasi. Sekitar 30 ribu perusahaan juga telah menjadi kliennya. Bahkan perusahaan raksasa seperti Uber, Walmart hingga Samsung pun telah menggunakan Zoom. Sayangnya, kepopuleran Zoom ini juga meletakannya pada jurang keterpurukan. Seperti kata pepatah semakin tinggi pohon semakin besar pula angin, Zoom dituduh mengirimkan data penggunanya secara diam-diam kepada Facebook. Zoom memberikan tanggapan dengan mengatakan tidak mengirim atau menjual data penggunanya baik dari kalangan bisnis, sekolah, maupun individu. Perusahaan tersebut mengklaim tidak ada aktivitas ilegal pada aplikasinya. Meski begitu, sampai saat ini Zoom masih menjadi menjadi pilihan bagi masyarakat sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan komunikasi fisik di saat situasi darurat sekarang ini.