Baca juga:
BlackBerry Patenkan Kamera Baru untuk Smartphone Mereka
Dengan KeyOne sendiri, BlackBerry sudah berhasil mempenetrasi lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, juga menggandeng 110 operator telekomunikasi. Walau pangsa pasar BlackBerry di pasaran belum melonjak secara signifikan, tetapi mereka menargetkan mampu menggaet 3 sampai 5 persen pasar smartphone premium. "Kami tidak mengincar volume. Kami sadar butuh waktu untuk membangun ulang operasi dan kami sadar BlackBerry bukan untuk semua orang. Kami akan terus bertahan di kategori premium, menginovasikan keyboard, material, dan aspek lain untuk menunjukkan pada orang-orang kalau kami bisa bertahan," jelas Global General Manager BlackBerry, Francois Mahieu. "Ini adalah perlombaan maraton, bukan sprint," tambahnya saat diwawancarai oleh TechRadar.com (25/02/2018).Baca juga:
“Nokia Pisang” 8810 Lahir Kembali di MWC 2018
Sementara Nokia yang berkolaborasi dengan HMD Global ingin menjadi lima produsen smartphone top dunia dalam tiga sampai lima tahun lagi. Saat ini, seperti dikutip dari GSMArena.com (26/02/2018), Nokia mengklaim sudah menduduki top five di 15 pasar.Baca juga:
Nokia 8 Sirocco Diumumkan, Smartphone Flagship Android One
Di MWC 2018 sendiri, vendor asal Finlandia itu mengumumkan flagship anyarnya, Nokia 8 Sirocco, juga Nokia 7 Plus, Nokia 1, dan Nokia 8110 4G. Sayang, belum semua bisa menikmati perangkat-perangkat itu, seperti konsumen di Amerika Serikat. Pasalnya dalam waktu dekat, Nokia belum berkeinginan menginjak pasar AS, meski rencana itu sudah mereka masukkan di roadmap jangka panjang.