Baca juga:
“Negara” Baru yang Makin Besar Itu Bernama Amazon
Melansir Engadget.com (12/01/2018), Bezos mengaku terinspirasi oleh ayahnya dalam donasi ini, bernama Miguel Bezos. Ya, ia sejatinya adalah keturunan imigran juga. "Ayah saya datang ke AS ketika ia berumur 16 tahun sebagai bagian dari Operation Pedro Pan (eksodus massal masyarakat Kuba ke AS antara tahun 1960 sampai 1962)," katanya.Baca juga:
Polisi Gelandang Petinggi Huawei, Kesangkut Korupsi?
Ditambahkan oleh Bezos, saat pertama kali tiba di Negeri Paman Sam itu, ayah tirinya tersebut sendirian dan sama sekali tak bisa berbicara bahasa Inggris. Namun, ayah Bezos bekerja keras di tanah perantauan hingga sedikit demi sedikit perekonomiannya membaik.Baca juga:
Dalam 1 Menit, Orang Ini Bisa Beli Mobil Ferrari Termahal di Dunia!
Beasiswa yang disalurkan oleh Bezos ini akan digunakan untuk membiayai 1.000 imigran tak resmi yang baru lulus sekolah menengah agar bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Donasi ini tercatat sebagai yang terbesar yang pernah diterima oleh TheDream.US, organisasi pemberi beasiswa untuk para Dreamers.