Baca Juga: Indonesia Kembangkan Drone Tempur Tahun Ini
Setelah berbulan-bulan dilakukan peninjauan, Departemen Dalam Negeri AS masih khawatir bahwa drone dapat menjadi ancaman potensial. Pihaknya juga mengatakan harus memastikan teknologi ini sedemikian rupa agar tidak membahayakan kepentingan keamanan nasional AS. DJI, selalu raksasa drone asal negeri tirai bambu mengaku sangat kecewa dengan Departemen Dalam Negeri AS. Menurutnya, tindakan ini akan menghentikan seluruh program drone pengintai yang pada dasarnya bergantung pada komponen global.Baca Juga: Perang Dagang Mereda, Amerika Tarik Peraturan yang Menyulitkan Huawei
Perusahaan drone tersebut juga mengatakan telah membuat drone yang paling aman dan bisa dipercaya untuk industri komersil. DJI mengklaim keamanan produknya telah dirancang khusus dan telah diuji dan divalidasi secara independen oleh konsultan kemanan siber AS yang membuktikan tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional AS. Belum jelas sampai kapan larangan terbang ini akan diberlakukan oleh Departemen Dalam Negeri AS. Apakah nantinya akan diubah, dicabut, atau diganti.