Baca Juga: Hindari Internet Lemot, Facebook Turunkan Kualitas Video
Facebook menyebut survei ini memungkinkan untuk dilakukan di negara lain, bahkan untuk seluruh dunia sekalipun. Asalkan metode survei yang tengah dilakukan di AS ini layak dan cukup berhasil. "Kami mulai menggulirkannya di AS minggu ini, dan jika hasilnya menjanjikan maka kita akan memperluasnya secara global dalam beberapa hari ke depan," ujar Zuckerberg. Terkait keamanan data, Facebook mengatakan dalam sebuah bahwa para peneliti di Carnegie Mellon University tidak akan berbagi tanggapan survei individu dengan Facebook. Facebook juga tidak akan berbagi informasi tentang siapa yang di-survey dengan para peneliti.Baca Juga: Lawan Virus Corona, AS Ingin Gunakan Data Lokasi?
Tidak hanya menyurvei, Perusahaan juga mengatakan bahwa akan mulai memberikan kategori data baru melalui program Disease Prevention Maps untuk melihat pergerakan orang di suatu wilayah. Data ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk melakukan tindakan selanjutnya. Meski melacak pergerakan, Facebook mengklaim pengumpulan data ini aman bagi penggunanya. Pasalnya, tidak akan menampilkan pergerakan pengguna secara spesifik melainkan hanya menunjukkan kemungkinan seseorang di satu daerah berhubungan dengan orang di daerah lain.