Baca juga:
diOpentrip, Platform Travel Pertama di Indonesia dengan Fitur Nego
Dicoding memiliki misi serupa dengan Bank DBS Indonesia untuk mengembangkan sebuah komunitas dalam menciptakan inovasi di era digtal. “Sejauh ini tim developer yang gabung di Dicoding berjumlah 100 ribu developer yang tersebar di 200 kota di wilayah Indonesia. Kita mengadakan akademi, event dan lainnya untuk para developer. Para developer yang join di Dicoding memproduksi aplikasi dan game berbasis Android. Saat ini hanya untuk aplikasi mobile berbasis Android saja yang kita ciptakan,” jelas Narendra.Baca juga:
Bisnis Uber di Asia Tenggara Lenyap, Gimana Nasib Aplikasi Mereka?
Narendra menambahkan, ”Dicoding Indonesia mengadakan kursus untuk para developer.” “Kami mengadakan kelas kursus coding untuk pemula maupun profesional. Biayanya pun beragam. Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Untuk android expert biayanya sekitar Rp 2 juta. Mereka bisa bayar pakai uang atau poin. Dicoding memiliki poin tersendiri untuk pembayaran,” imbuhnya.Baca juga:
Gandeng Jakarta Aquarium, Xwork Hadirkan Bisnis Space Ditemani Satwa Laut
Pria berkacamata ini mengungkapkan bahwa, ”Waktu kursusnya pun beragam, tergantung paket yang dipilih. Mulai dari 30 hari hingga 90 hari, tergantung paketnya.” Selain mengadakan kursus, Dicoding Indonesia juga mengadakan event rutin. Salah satunya Kompetisi Developer Challenge. Sesuai namanya, kompetisi ini mengajak developer Indonesia untuk membuat aplikasi atau game yang mengangkat salah satu dari pilar Live More. Bank DBS Indonesia dan Dicoding Indonesia akan memilih 100 aplikasi dan game terbaik yang akan mendapatkan 2.500 points dicoding.