Baca Juga: Tuai Respon Positif, Moka Helat Kembali Wadah Edukasi UKM
Dikatakan Bayu, POS sendiri masih menjadi fokus di tahun ini. Startup lokal penyedia software-as-a-service (SaaS) ini sendiri telah mempunyai 13 ribu merchant UKM yang berasal dari bisnis kuliner (FnB), layanan jasa, hingga ritel. Dengan total UKM yang bergabung saat ini, Moka mengklaim telah menjadi market leader di industri POS Indonesia. "Kami menjadi market leader di industri POS Indonesia padahal (biaya) kami paling mahal. Biasanya kan perusahaan yang mempunyai produk paling mahal bukan market leader. Misalnya Apple dengan iPhone. Tapi tentu saja ada perbedaan kualitas merchant yang percaya dengan Moka dengan harga yang telah Moka berikan," ujarnya. Moka mematok biaya penggunaan aplikasi kasir digital basic ini dengan minimal Rp 300.000 per bulan. Moka juga menawarkan berbagai modular feature seperti inventory management, ingredient management, table management, track server, hingga loyalty program, dengan penyesuaian harga. Berbeda dengan kompetitor yang menjajakan produk lebih murah Rp 100.000 per bulan atau bahkan gratis namun memiliki fitur dan layanan after sales yang terbatas. Selain bisnis POS, Bayu menambahkan, Moka juga akan fokus mengembangkan Moka Capital dan Moka Connect di tahun ini. Moka Capital adalah layanan pinjaman modal usaha untuk UKM yang menggandeng beberapa startup P2P lending, yaitu KoinWorks, Taralite, dan Modalku. Sedangkan Moka Connect adalah app marketplace yang terintegrasi dengan back-office Moka seperti aplikasi accounting dan Human resources.