Jakarta, Technologue.id – GAC Indonesia terus memperkuat posisinya di pasar nasional dengan meresmikan dealer baru GAC AION KS Tubun di Jakarta Pusat sekaligus memperluas kolaborasi strategis bersama Grab. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.
Peresmian dealer yang berada di bawah pengelolaan PT Juntu Technology Indonesia tersebut menjadi bagian dari langkah ekspansi GAC Indonesia. Ekspansi ini bertujuan memperluas jaringan layanan sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan energi baru yang tengah berkembang pesat di Indonesia.
Berlokasi di Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dealer baru ini hadir dengan fasilitas lengkap berstandar 3S (Sales, Service, dan Spare Parts). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi konsumen, mulai dari pembelian kendaraan hingga layanan perawatan berkala.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan pembukaan dealer baru merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat kepada konsumen. Menurut dia, bertambahnya mitra strategis seperti PT Juntu Technology Indonesia menunjukkan optimisme investor terhadap prospek industri kendaraan listrik nasional.
"Kami optimistis jaringan dealer yang semakin luas dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia," kata Andry, Jumat (19/6/2026).
Tidak hanya menghadirkan layanan penjualan dan servis kendaraan, dealer GAC AION KS Tubun juga dilengkapi fasilitas pengisian daya cepat atau fast charging yang beroperasi selama 24 jam. Infrastruktur tersebut dibangun melalui kerja sama dengan Starvo, salah satu operator jaringan pengisian daya kendaraan listrik yang berkembang di Indonesia.
Kehadiran stasiun pengisian daya tersebut dinilai penting untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan fasilitas charging saat menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, kerja sama dengan Grab juga diumumkan bersamaan dengan momentum peresmian dealer.
Penandatanganan kerja sama strategis antara PT Juntu Technology Indonesia dan Grab Strategic Cooperation diharapkan mampu memperluas pemanfaatan kendaraan listrik GAC dalam sektor transportasi digital. Kolaborasi ini juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui penggunaan armada ramah lingkungan.
Kerja sama itu sebenarnya merupakan kelanjutan dari hubungan strategis yang telah dijalin sejak 2024. Dalam implementasinya, model AION Y Plus dipilih sebagai armada utama layanan Grab Premium yang beroperasi secara eksklusif di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Armada listrik tersebut digunakan untuk melayani segmen premium yang mengedepankan kenyamanan, teknologi modern, dan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang. Perwakilan PT Juntu Technology Indonesia, Major Qin, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pasar kendaraan listrik utama di kawasan Asia Tenggara.
Ia menyebut GAC memiliki kombinasi teknologi, visi jangka panjang, dan lini produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia sehingga peluang pertumbuhannya masih sangat terbuka. "Kami percaya kerja sama ini akan memberikan nilai tambah bagi konsumen sekaligus mendukung transformasi industri otomotif menuju era elektrifikasi," ujarnya.
Baca Juga:
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, GAC Indonesia mengaku terus mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2026. Beberapa model yang menjadi andalan perusahaan, seperti AION UT, AION V, AION Y Plus, serta HYPTEC HT, mendapatkan respons yang cukup baik dari pasar domestik.
Tren tersebut sejalan dengan semakin luasnya pilihan kendaraan listrik yang tersedia di Indonesia. Dukungan pemerintah terhadap elektrifikasi transportasi serta bertambahnya infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya juga turut mendorong pertumbuhan ini.
Ekspansi jaringan dealer yang terus dilakukan GAC juga menjadi sinyal bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia masih menyimpan peluang pertumbuhan yang besar. Dengan dukungan mitra nasional maupun internasional, perusahaan berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi industri otomotif nasional yang kini bergerak menuju era elektrifikasi. Kendaraan berbasis energi baru diproyeksikan memainkan peran semakin penting dalam sistem transportasi masa depan Indonesia.