Menurut Sensor Tower dalam laporan tentang pasar mobile pada Q1 2021 yang dirilis belum lama ini, menyebutkan bahwa tiga “Stories of The Quarter” adalah Crash Bandicoot: On The Run.
Baca Juga:
Spesifikasi Minimum PC Buat Main Crash Bandicoot 4: It’s About Time

Meskipun dirilis menjelang akhir kuartal, Crash Bandicoot: On The Run jadi game mobile terbaru yang duduki posisi lima teratas dengan jumlah unduhan dua kali lipat dibandingkan Jelly Dye yang dirilis oleh Good Job Games pada 8 Januari.
Activision Bizzard melihat kuartal ini punya kinerja terbaik dari banyaknya unduhan berkat Crash Bandicoot: On The Run. Kondisi ini juga pernah terjadi pada Q4 2019, yaitu saat game Call of Duty: Mobile dirilis.

Menurut mereka, meraup US$ 700.000 dalam satu minggu memang sangat mengesankan. Namun, bisa dikatakan nominal tersebut masih kalah dibanding dengan pencapaian Call of Duty: Mobile. Game itu meraup US$ 480 juta (Rp6,9 triliun) di tahun pertamanya.
Sebelumnya, Sensor Tower ungkapkan bahwa Genshin Impact jadi game mobile tercepat yang hasilkan US$ 1 miliar (Rp 14,5 triliun), angka ini menggeser game populer lain seperti Pokemon Go dan Clash Royale.
Baca Juga:
Gim Legendaris Crash Bandicoot Hadir di Android

Jumlah yang diraup Genshin Impact semakin bertambah saat mereka bawa karakter baru. Rata-rata pendapatan harian Genshin Impact adalah US$ 5,8 juta (Rp84 miliar) sehari. Tapi jika ada banner karakter baru, angkanya akan melonjak jadi US$ 12 juta (Rp173,9 miliar)sehari.
Dalam sebulan, pemain Genshin Impact rata-rata bisa habiskan US$ 160 juta (Rp2,3 triliun) terhitung sejak bulan Desember. Per 23 Maret, pemain Genshin Impact telah mengeluarkan US$ 148 juta (Rp2,1 triliun) hanya pada bulan ini saja.