Baca Juga: Petuah Pemerintah Soal Inovasi Kendaraan Listrik Grab
Ridzki melanjutkan, pengembangan kendaraan listrik tidak terbatas pada kendaraan roda empat melainkan juga roda dua. Grab sudah menggandeng sejumlah produsen sepeda motor, yakni Gesits dan Astra Honda Motor untuk proyek besar ini. Ridzki percaya pengembangan kendaraan listrik oleh Grab akan mengubah wajah Asia Tenggara karena akan menurunkan pencemaran udara dan biaya transportasi yang ditanggung masyarakat. Karena itu, visi Gran adalah membawa konsorsium pemimpin global dalam kendaraan listrik ke Asia Tenggara dan membangun armada kendaraan listrik terbesar dalam sektor ride hailing atau yang oleh masyarakat sering disebut transportasi online. “Bagi kami ini soal memberi manfaat kepada masyarakat luas. Itulah nilai yang kami percayai dan terus kami kembangkan,” papar Ridzki. Ridzki bersyukur Grab kini memiliki kecukupan modal yang baik sehingga tidak terlalu risau mengenai penggalangan dana (fund raising) dalam mengembangkan perusahaan. “Inilah faktor kunci dalam membangun bisnis yang solid. Ke depan, kami harus memanfaatkan dana ini secara efisien dan efektif dengan manajemen portofolio yang baik” kata Ridzki. Ridzki menjelaskan bahwa saat ini Grab telah beroperasi di 234 kota di Indonesia. Riset Centre for International and Strategic Studies (CSIS) dan Tenggara Strategic juga mencatat Grab telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar Rp 49,8 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 300 ribu mitra Grab yang sebelumnya tidak bekerja.