Baca Juga: Cara Teknologi Cegah Wabah Berikutnya
2. Perhatikan baik-baik URL dan isi halaman beritanya Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percaya memiliki reputasi keakuratan yang baik. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian "Tentang" di situs mereka untuk mempelajari selengkapnya. Misinformasi atau berita palsu mungkin juga berisi linimasa yang tidak masuk akal, atau tanggal peristiwa yang sudah diubah. Banyak juga situs berita palsu yang salah eja atau punya tata letak yang canggung. Bacalah dengan seksama untuk melihat tanda-tanda ini. Misinformasi atau berita palsu bisa juga berisi gambar atau video yang dimanipulasi. Atau terkadang foto tersebut memang asli, tetapi konteksnya berbeda. Bersikaplah skeptis terhadap penggunaan foto atau video yang seperti ini. 3. Periksa sumber informasinya Periksalah sumber informasi penulis untuk menginformasi keakuratannya. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.Baca Juga: Startup Nusantics Produksi Alat Tes Corona
4.Lihat berita atau informasi lainnya Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan informasi yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa informasi tersebut palsu. Jika informasi tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan informasi tersebut benar. 5. Dapatkan informasi resmi terbaru mengenai COVID-19 dari otoritas kesehatan global dan lokal Pastika Anda sedang membaca dan membagikan informasi yang benar dan akurat. Silakan merujuk ke sumber-sumber sebagai berikut. ● Situs resmi Pemerintah Indonesia untuk COVID-19 (https://www.covid19.go.id/). ● Chatbot WhatsApp COVID-19 dari Kominfo di +62-811-3339-9000. ● Situs World Health Organization (WHO) untuk COVID-19: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019