Baca juga:
Microsoft: Selamat Tinggal, Password!
Latar belakang dari akuisisi ini disebut adalah adanya pergeseran di internal Microsoft. Phil Spencer, yang dulunya mengepalai divisi Xbox, sejak September 2017 dipromosikan ke posisi barunya sebagai Vice President of gaming Microsoft. Ia pun akan secara langsung berkoordinasi dengan Nadella, sang CEO. Dari sini, rumor jika Microsoft ingin berekspansi ke ranah gaming pun kian santer.Baca juga:
Microsoft Siapkan Smartphone Lipat dengan Layar Ganda, Kapan Rilis?
Menariknya, raksasa Redmond itu isunya tak cuma mengincar EA. Valve Corporation dan PUBG Corporation – pengembang game multiplayer PlayerUnknown's Battlegrounds – jadi incaran lain Microsoft. Nama Valve dikenal sebagai pengembang game-game legendaris macam Half-Life, Counter Strike, Left 4 Dead, hingga Dota 2. Sedangkan PUBG yang merupakan subsider dari publisher asal Korea, Bluehole, menyediakan game seru PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) untuk platform Windows dan Xbox One sedari akhir tahun 2017 kemarin.Baca juga:
Pengguna Android Ternyata Punya “Cinta Terpendam” ke Microsoft
Ini bukanlah pertanda awal bahwa Microsoft akan lebih menyeriusi sektor gaming. 2014 lalu, buktinya, mereka mengakuisisi Mojang, developer Minecraft, dengan mahar Rp33 triliunan. Prediksi Anda, apakah kabar ini bukan hanya kabar burung biasa?