Baca juga:
Pencipta Internet Desak Google dan Facebook Hargai Privasi Netizen
Melansir Engadget.com (29/12/2018), embargo koneksi internet ini berlaku sampai berakhirnya Pemilu Bangladesh hari ini, 30 Desember 2018. Sebelumnya, pemerintah Bangladesh pun sudah meminta Facebook dan Twitter untuk memberedel akun palsu berbau politik. Bulan ini, setidaknya sembilan Page dan enam akun Facebook serta 15 akun Twitter diblokir.Baca juga:
SpaceX Siap Luncurkan 7.000 Satelit Internet
Keputusan ini berbau kontroversi. Sebab, ada dugaan petahana mencoba menghambat dukungan dari oposisi yang digalang lewat media sosial. Terlebih, ini bukan kali pertama pemerintah Bangladesh menutup akses warganya ke internet berikut layanannya.Baca juga:
Donald Trump Hiasi Hasil Pencarian Gambar “Idiot”, Ini Alasan CEO Google
Agustus lalu, negara itu dicurigai ingin menghentikan sebaran informasi kekerasan yang dilakukan polisi terhadap demonstran. 2015 silam, Bangladesh juga memblokir aplikasi pesan instan untuk menggagalkan protes warganya.