Baca juga:
Kok Sekarang Banyak Mobil Pribadi yang Kaca Belakangnya Ditempeli Iklan?
"Kami melihat potensi yang sangat besar dari StickEarn, selain model bisnis yang masih segar, para pendirinya pun memiliki visi yang baik yang terarah untuk pengembangan perusahaan ini ke depannya," terang Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca. "Kami percaya bahwa investasi ini dapat mendukung StickEarn untuk menjadi perusahaan rintisan dengan performance yang lebih baik sehingga berdampak bagi perusahaan pengiklan dan masyarakat,” imbuhnya. [caption id="attachment_23731" align="alignnone" width="595"]
Para co-founder StickEarn merayakan investasi perdana yang diraih timnya (source: StickEarn)[/caption]
Baca juga:
Unik! Di Restoran Ini, Anda Bisa Bayar Makan dengan “Senyuman”
StickEarn sendiri digagas oleh empat orang co-founder, yaitu Garry Limanata, Sugito Alim, Hartanto Alim dan Archie Carlson. Mereka mulanya menilai bahwa di Indonesia masih sepi sekali iklan kendaraan yang sebenarnya sudah lazim di negara lain, contohnya Amerika Serikat dan Singapura. Padahal faktanya, di kota-kota besar di Tanah Air, rata-rata warganya menghabiskan 2 jam sehari di jalan.Baca juga:
Hingga November 2017, penetrasi StickEarn telah cukup dalam. Kini, mereka aktif beroperasi di 14 kota di Indonesia, dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga Batam, Palembang, Padang, Makassar, dan Bali. Perusahaan yang bekerja sama dengan StickEarn pun sudah mencapai 50 dan mitranya sendiri sebanyak puluhan ribu. Selain produksi dan pemasangan stiker reklame di mobil, StickEarn juga memberikan layanan bagi para pengiklan dalam bentuk konsultasi dan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pihak pengiklan.