Baca Juga: Hindari Anak Dari Kejahatan Sumber Dengan Cara Ini
Seorang peneliti Sophos, Jagadeesh Chandraiah mengatakan, "Salah satu alasan Sophos menyoroti kasus ini adalah ingin menciptakan kesadaran kepada masyarakat sebab model bisnis ini dapat menyebabkan kerugian yang signifikan bagi pengguna." Menurutnya, kebijakan Google Play Store secara signifikan lebih tidak ramah konsumen daripada kebijakan kartu kredit AS. "Mereka yang berhasil mendapatkan pengembalian uang hanya bisa mendapatkannya dengan susah payah," tambahnya. Sophos juga mencontohkan aplikasi bernama Fortunemirror yang menawarkan uji coba tiga hari gratis dan kemudian berlangganan mingguan sebesar US$ 69,99. Aplikasi ini mengklaim untuk memfasilitasi peramalan melalui pemindaian tangan dan memberikan ramalan bintang harian.Baca Juga: Pimpinan Twitter Kekeuh Enggan Hadirkan Fitur Edit Twitt
Studi Sophos terbatas pada Google Play dan tidak termasuk App Store Apple. Andrew Brandt, peneliti utama di Sophos, mengatakan keputusan itu karena, Apple umumnya memiliki pedoman dan persyaratan yang lebih ketat daripada Google Play Store. Walaupun sulit bagi konsumen untuk mengetahui sebelumnya apakah suatu aplikasi mengandung Fleeceware, Sophos memberikan petunjuk yang harus diwaspadai. “Pengguna harus membaca syarat dan ketentuan, terutama ketika berniat untuk berlangganan", ujar Andrew Brandt, pimpinan peneliti Sophos. Jika gagal, atur reminder untuk membatalkan langganan sebelum masa uji coba gratis berakhir. Tetapi konsumen harus memastikan untuk membatalkan melalui langganan Google Play, jangan hanya menghapus instalan aplikasi.