Baca juga:
Sudah Diblokir, Situs Porno Ini Masih Sering Diakses Netizen Indonesia
Walaupun enggan membeberkan tool apa yang dipersiapkan, korporasi kopi yang sudah berdiri sejak 1971 tersebut setidaknya telah menunjukkan komitmennya untuk melindungi customer-nya dari paparan konten negatif. Langkah Starbucks ini pada akhirnya juga mengikuti tekanan dan petisi dari organisasi keamanan internet, Enough Is Enough.Baca juga:
Pornografi Augmented Reality Nyata Adanya!
CEO Enough Is Enough, Donna Rice Hughes, belum lama ini mengangkat kembali komitmen Starbucks untuk memblokir konten eksplisit di koneksi Wi-Fi-nya yang telah disampaikan pada 2016 silam. Wajar, Starbucks memang terlambat dibandingkan franchise terkenal lain, seperti McDonald's, yang sudah menghadirkan penyaring akses di jaringan Wi-Fi-nya.Baca juga:
"Menyediakan hotspot yang tidak terfilter membuat anak-anak dan remaja dengan mudah melewati filter dan tool pengontrol lain yang disediakan orang tua di smartphone, tablet, dan laptop mereka," papar Hughes. Ia pun mengingatkan akan bahayanya konten porno hard-core dan anak-anak di bawah umur.