Technologue.id, Jakarta - Meta kembali melakukan langkah efisiensi besar dengan memangkas hingga 10 persen dari total tenaga kerjanya. Berdasarkan laporan Bloomberg, sekitar 8.000 karyawan akan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara sekitar 6.000 lowongan pekerjaan juga akan dihapus.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional di tengah perubahan fokus bisnis. Dalam memo internal, Kepala Sumber Daya Manusia Meta, Janelle Gale, menyebutkan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan.

“Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien dan memungkinkan kami untuk mengimbangi investasi lain yang kami lakukan,” tulis Gale dalam memo tersebut.

Meski tidak disebutkan secara eksplisit, investasi lain yang dimaksud diyakini berkaitan erat dengan ambisi Meta di bidang kecerdasan buatan (AI). Perusahaan saat ini tengah mengembangkan model AI miliknya sendiri, termasuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam berbagai produk, seperti kacamata pintar yang semakin mengandalkan kemampuan AI.

Langkah pemangkasan ini juga dinilai belum menjadi akhir dari restrukturisasi tenaga kerja di Meta. Laporan pada Maret sebelumnya mengindikasikan bahwa perusahaan berpotensi mengurangi hingga 20 persen total karyawan, meski belum ada jadwal pasti untuk realisasinya.

Sebelumnya, Meta juga telah memangkas ratusan posisi, terutama di divisi Reality Labs yang berfokus pada pengembangan teknologi realitas virtual (VR) dan metaverse. Pada awal 2026, perusahaan bahkan menutup tiga studio VR sebagai bagian dari penyesuaian strategi di sektor tersebut.